Lelang Jabatan Dirjen Pajak Layaknya Jual Beli Kertas Bekas

Selasa, 18 November 2014 - 18:44 WIB
Lelang Jabatan Dirjen...
Lelang Jabatan Dirjen Pajak Layaknya Jual Beli Kertas Bekas
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier mengatakan, proses lelang jabatan untuk posisi Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) layaknya jual beli kertas bekas.

"Lelang biasanya ada menang dan kalah. Ada pikiran juga untung rugi. Istilah ini menurut saya kurang santun dan pas untuk satu jabatan yang amanah," ujar dia seperti dalam rilis, Selasa (18/11/2014).

Dia mengatakan, proses lelang posisi dirjen pajak merupakan sebuah alat untuk lempar tanggung jawab dari atasan terhadap bawahannya.

Sebab, Dirjen Pajak melakukan kesalahan akan lempar tanggung jawab ke panitia seleksi, yang seharusnya ditanggung Kemenkeu.

"Nanti akan terjadi saling lempar tanggung jawab, dan saling menyalahkan antara Presiden, menteri dan pansel," jelasnya.

Mantan Dirjen Pajak ini menjelaskan proses perekrutan Dirjen Pajak saat dirinya menjabat sebagai Dirjen Pajak adalah Menteri Keuangan memangil pejabat yang memiliki kompetensi.

Dalam kesempatan itu, menteri akan menanyakan ide dan terobosan kepada calon Dirjen Pajak serta mengetahui track record langsung si calon dirjen pajak.

"Sekarang prosesnya dari pansel, langsung ke Presiden. Menkeu hanya mengetahui saja," ujar Fuad.

Bahkan dirinya meyakini, bahwa pejabat yang mendaftar bukan murni atas kemauannya. "Yang ada para pejabat itu didaftarkan," ucapnya.

Sementara, mengenaii indikasi adanya peserta titipan yang masuk dalam daftar pansel, dia mengaku tidak mengetahuinya. Hanya saja Fuad mengatakan, jika memang ada peserta titipan maka lelang ini hanya kamuflase.

"Ya bisa dibilang lelang ini adalah rekayasa. Buat apa ada lelang kalau ada titip-titipan," kata dia.

Sementara, mantan Staf Ahli Menkeu Abdul Anshari Ritonga mengatakan, jika lelang jabatan dirjen pajak sah-sah saja dilakukan.

Hanya saja, persyaratan dan kriteria bagi calon harus tinggi, mengingat dirjen pajak termasuk posisi vital di struktur pemerintahan

"Jangan sampai orang yang tidak mengerti pajak yang mendaftar," ujarnya.

Anshari pun meminta kepada pansel agar terbuka kepada seluruh nama-nama peserta yang sudah mendaftar. Dia juga meminta kepada pansel dan menkeu untuk mengajukan kontrak kerja terhadap dirjen yang terpilih nantinya.

"Harus ada kontrak kerja kepada dirjen terpilih," pungkasnya.

(Baca: Lelang Jabatan Kemenkeu Hanya untuk PNS)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved