IHSG Berpeluang Menuju Resistance 5.143
Rabu, 19 November 2014 - 08:34 WIB
IHSG Berpeluang Menuju Resistance 5.143
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertengahan pekan ini memiliki peluang untuk reli dan diperkirakan akan menuju resistance 5.143.
"IHSG masih berpotensi menguat dan bergerak pada kisaran support 5.029 dan resistance 5.143," kata analis teknikal PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Rabu (19/11/2014).
Dia menuturkan, IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.102.
Sementara sentimen dari luar mendukung penguatan lanjutan pada IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat seiring optimisme pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam tersebut. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,23% dan indeks S&P500 sebesar 0,51%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rencana penyaluran stimulus bank sentral Eropa. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,52% dan
indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang naik 0,07%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,48% ke level USD74,28 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,28% ke posisi USD1.193,70 per troi ons.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebanyak 25 basis points (bps) menjadi 7,75%. Kenaikan ini dilakukan demi mengerem kredit macet dan menekan laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Di sisi lain, kenaikan BI rate diproyeksikan mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD).
"IHSG masih berpotensi menguat dan bergerak pada kisaran support 5.029 dan resistance 5.143," kata analis teknikal PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Rabu (19/11/2014).
Dia menuturkan, IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.102.
Sementara sentimen dari luar mendukung penguatan lanjutan pada IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat seiring optimisme pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam tersebut. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,23% dan indeks S&P500 sebesar 0,51%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rencana penyaluran stimulus bank sentral Eropa. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,52% dan
indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang naik 0,07%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,48% ke level USD74,28 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,28% ke posisi USD1.193,70 per troi ons.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebanyak 25 basis points (bps) menjadi 7,75%. Kenaikan ini dilakukan demi mengerem kredit macet dan menekan laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Di sisi lain, kenaikan BI rate diproyeksikan mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD).
(rna)
Lihat Juga :