Sisa Kuota Premium Jateng Tak Cukup Sampai Desember

Kamis, 20 November 2014 - 05:02 WIB
Sisa Kuota Premium Jateng...
Sisa Kuota Premium Jateng Tak Cukup Sampai Desember
A A A
SEMARANG - Penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Jateng dan DIY hingga bulan Oktober 2014 sudah mencapai 2,7 juta kilo liter untuk premium dari kuota sebesar 3,1 juta kilo liter dan 1,5 juta kilo liter untuk solar bersubsidi dari kuota 1,9 juta kilo liter.

Dengan jumlah Premium yang sudah disalurkan artinya, kuota Premium hanya menyisakan sekitar 400 ribu kilo liter, yang harus digunakan selama dua bulan yakni November dan Desember.

Padahal jika dilihat dari konsumsi harian, mencapai 10.335 kilo liter. Itu artinya dua bulan (60 hari) membutuhkan premium mencapai 620,100 kilo liter. Dengan kata lain sisa kuota tidak akan mencukupi sampai akhir Desember.

Sementara untuk solar bersubsidi, masih relatif aman mengingat dari kuota masih menyisakan sekitar 400 ribu kilo liter, sementara konsumsi harian hanya 5318 kilo liter.

External Relation Marketing Operation Reg IV Roberth MV Dumatubun mengakui, kuota untuk premium bersubsidi memang tidak akan mencukup sampai akhir tahun. Paling tidak hanya sampai dengan minggu kedua bulan Desember. “Memang tidak akan mencukupi,” katanya, Rabu (19/11/2014).

Dia mengatakan, dengan kuota yang tersisa pihaknya menyerahkan kepada pemerintah pusat, terkait dengan kebijakan yang diambil. Kebijakan bisa berupa penambahan kuota, bisa juga dengan merubah mekanisme penyaluran untuk melakukan pengiritan.

Oleh karena itu pihak Pertamina berharap, dengan kenaikan harga BBM bersubsi yang mencapai Rp 2000 yang artinya memiliki selisih tidak terlalu tinggi dengan BBM non subsidi (Pertamax), masyarakat beralih ke pertamax. Dengan, beralih ke pertamax otomatis akan mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.

Pertamina pun sudah menyiapkan tambahan pasokan BBM non subsidi untuk mengantisipasi peralihan pengguna premium ke pertamax.”Kalau untuk BBM non subsidi berapapun kebutuhannya akan dipenuhi,” tandasnya.

Pertamina melihat, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi akan ada dampaknya terhadap peningkatan konsumsi BBM non subsidi, namun untuk jumlahnya Robert mengaku belum bisa memperkirakan.

”Yang beralih pasti ada, tapi kemungkinan sampai berapa persen belum bisa diketahui, kan baru kemarin,” imbuhnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
44 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
1 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved