BBM Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil

Senin, 24 November 2014 - 03:55 WIB
BBM Naik, Ukuran Tahu...
BBM Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil
A A A
KENDAL - Sejumlah perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terpaksa mengurangi ukuran produk dari biasanya. Hal itu lantaran melonjaknya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, pengurangan ukuran pada tahu dan tempe tersebut sebagai upaya penyesuaian harga dan keuntungan yang diperoleh dari perajin.

Suyanto, salah seorang mandor di perusahaan tahu di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal mengatakan, sudah tiga hari mengurangi ukuran produknya. Langkah ini dilakukan untuk menekan kerugian yang diakibatkan bertambahnya biaya produksi, khususnya untuk pengiriman barang.

“Transportasi pengiriman membutuhkan biaya yang banyak ketimbang sebelum BBM naik,” ujarnya, Minggu (23/11/2014).

Ukuran hasil produksi yang kian mengecil sempat mendapat protes dari pedagang, karena pembeli banyak yang beralih ke bahan produksi lain. Namun, hal itu menjadi pilihan daripada harus menanggung rugi.

“Kalau harga tempe dan tahu naik, malah ditakutkan tidak laku. Jadi, mengurangi ukuran menjadi solusinya,” jelasnya.

Dia mengakui, berkurangnya ukuran tahu membuat omzet dalam tiga hari terakhir mengalami penurunan. Sebelum harga bbm naik, bisa menghabiskan kedelai hingga 1 ton. Namun, pasca kenaikan BBM berkurang menjadi 8 kuintal saja.

Alasan lain, lanjut Suyanto, para perajin tahu dan tempe tidak menaikkan harga karena bahan baku atau kedelai harganya masih stabil sebesar Rp8.000 per kilogram.

“Ukuran tahu sendiri disesuaikan dengan pasar, biasanya dalam satu cetakan bisa dijadikan seratus hingga delapan puluh biji,” imbuhnya.

Sarinah, 43, seorang pedagang tahu di Pasar Kendal mengatakan, banyak para pembeli yang kecewa dengan ukuran tahu yang mengecil pasca kenaikan harga BBM.

“Banyak yang protes, karena pembeli bukan hanya dikonsumsi sendiri. Tapi, juga untuk usaha warung makan. Jadi, mereka butuh ukuran tahu yang seperti biasanya,” tandas Sarinah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komunitas Jurnalis Bandung...
Komunitas Jurnalis Bandung Berbagi Sembako Guna Semangati Nakes
Polsek Medan Baru Salurkan...
Polsek Medan Baru Salurkan Sembako Kepada Warga Kelurahan Sari Rejo
Bantu Tenaga Medis dan...
Bantu Tenaga Medis dan Karyawan, OMNI Hospitals Gelar Bazar Sembako Murah
Bantu Warga, Program...
Bantu Warga, Program Tebus Sembako Murah SandiUno Sasar Warga Sidoarjo
Ramadhan & Idul Fitri...
Ramadhan & Idul Fitri 2021, BUMN Ini Luncurkan Paket Sembako Murah
Harga Sembako di Kabupaten...
Harga Sembako di Kabupaten Gowa Mulai Merangkak Naik
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
2 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved