Laju IHSG Memungkinkan Berbalik Arah Melemah
Selasa, 02 Desember 2014 - 08:21 WIB
Laju IHSG Memungkinkan Berbalik Arah Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan dapat tertahan dan memungkinkan kembali melemah.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola hammer masih dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.
"Tetap mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah," kata dia, Selasa (2/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.128-5.148 dan resisten 5.172-5.186. Laju IHSG kemarin sempat melampaui target resisten 5.153-5.164 dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support 5.115-5.128.
Menurut dia, meski telah dirilis data-data ekonomi, namun tampaknya mood trading pelaku pasar sedikit berkurang. Apalagi tampaknya pelaku pasar telah mengantisipasi bahwa dengan adanya kenaikan harga BBM memberikan imbas pada kenaikan harga sejumlah barang, sehingga berpengaruh pada lonjakan inflasi.
Bahkan efek negatif tersebut makin tereduksi dengan tercatatnya surplus neraca perdagangan bulan Oktober senilai USD23,2 juta sesuai harapan kami dimana agar neraca perdagangan Oktober dapat lebih baik dari sebelumnya dan berharap dapat dirilis di bawah estimasi yang diekspektasikan masih defisit dengan nilai sebesar USD123 juta hingga USD204 juta.
Pelaku pasar tidak hanya merespon dan mengantisipasi kondisi makro dalam negeri, namun juga mencermati sentimen global terutama dengan masih berlanjutnya penurunan harga minyak yang berimbas pada harga-harga komoditas dan masih melemahnya sejumlah indeks manufaktur.
Sementara masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy dari net buy Rp28,76 miliar menjadi net buy Rp67,71 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola hammer masih dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.
"Tetap mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah," kata dia, Selasa (2/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.128-5.148 dan resisten 5.172-5.186. Laju IHSG kemarin sempat melampaui target resisten 5.153-5.164 dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support 5.115-5.128.
Menurut dia, meski telah dirilis data-data ekonomi, namun tampaknya mood trading pelaku pasar sedikit berkurang. Apalagi tampaknya pelaku pasar telah mengantisipasi bahwa dengan adanya kenaikan harga BBM memberikan imbas pada kenaikan harga sejumlah barang, sehingga berpengaruh pada lonjakan inflasi.
Bahkan efek negatif tersebut makin tereduksi dengan tercatatnya surplus neraca perdagangan bulan Oktober senilai USD23,2 juta sesuai harapan kami dimana agar neraca perdagangan Oktober dapat lebih baik dari sebelumnya dan berharap dapat dirilis di bawah estimasi yang diekspektasikan masih defisit dengan nilai sebesar USD123 juta hingga USD204 juta.
Pelaku pasar tidak hanya merespon dan mengantisipasi kondisi makro dalam negeri, namun juga mencermati sentimen global terutama dengan masih berlanjutnya penurunan harga minyak yang berimbas pada harga-harga komoditas dan masih melemahnya sejumlah indeks manufaktur.
Sementara masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy dari net buy Rp28,76 miliar menjadi net buy Rp67,71 miliar.
(rna)
Lihat Juga :