Profesi Kemaritiman Disertifikasi

Rabu, 03 Desember 2014 - 10:24 WIB
Profesi Kemaritiman...
Profesi Kemaritiman Disertifikasi
A A A
JAKARTA - Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang akan menerapkan standar kompetensi dan sertifikasi bagi profesional di bidang kemaritiman.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Suseno Sukoyono mengatakan, sertifikasi diterapkan berjenjang untuk level operator, supervisor dan manajer. Sebelum disertifikasi, yang bersangkutan harus menjalani pelatihan selama hampir satu bulan.

“Kita menargetkan sekitar 2.400 orang, dan itu akan dilakukan bertahap sampai 2020. Sampai sekarang sebetulnya kami sudah melatih 2.500 orang, tapi mereka masih perlu disertifikasi,” ujarnya di selasela acara Gelar Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan di kantor KKP Jakarta, kemarin.

Menurut Suseno, ada tiga komponen penting dari pelatihan yang dijalani SDM kemaritiman, yaitu terkait pertumbuhan ekonomi atau pendapatan, aspek sosial, serta pro terhadap lingkungan. Pelatihan sudah dilakukan di enam lokasi, di antaranya di Belawan, Banyuwangi, Ambon, Bitung. Suseno menambahkan, dalam proses sertifikasi ini pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Standardisasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Dengan banyaknya SDM kemaritiman yang bersertifikat kompeten diharapkan bisa mendorong sektor kelautan dan perikanan Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Ini pengakuan terhadap kinerja SDM Indonesia,” tukasnya. Pada kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pengelolaan kelautan yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan tidak boleh dibiarkan.

Dalam sebulan terakhir, Susi memang aktif menyusun kebijakan, koordinasi, dan aksi untuk memerangi praktik illegal fishing yang merugikan negara triliunan rupiah. Menurutnya, sangat ironis bahwa Indonesia dengan lautan terluas kedua di dunia tetapi ekspor perikanannyahanyanomor5diASEAN. Sementara negara yang jauh lebih kecil seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam, angka ekspornya bisa lima kali lipat lebih tinggi.

Inda susanti
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
1 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
1 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
2 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
2 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
2 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Profesi yang Tidak...
4 Profesi yang Tidak Bisa Digantikan oleh Teknologi AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved