IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi karena Profit Taking
Kamis, 04 Desember 2014 - 08:19 WIB
IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi karena Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan koreksi karena mulai adanya aksi-aksi ambil untung (profit taking).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, jika aksi profit taking ditambah dengan adanya penilaian banyaknya saham-saham yang telah overbought maka akan memicu aksi jual.
"IHSG pun berpotensi kembali melemah, namun jika rilis data-data ekonomi dunia termasuk Indonesia dapat direspon positif maka pelemahan IHSG pun dapat ditahan," kata dia, Kamis (4/12/2014).
Menurut dia, IHSG akan membentuk pola evening star di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik melemah meski terbatas.
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.145-5.159 dan resisten 5.190-5.197. Laju IHSG kemarin hampir mendekati target resisten 5.189-5.200, namun sempat masuk di kisaran area target support 5.155-5.169 dan berakhir di kisaran target support tersebut.
Hawa profit taking yang kemarin mulai terasa menyebabkan tertahannya potensi penguatan lebih lanjut. Hawa profit taking terjadi sejak awal perdagangan, di mana hanya sesaat berada di zona hijau, namun di tengah sesi I pergerakannya kian menurun. Meski di sesi kedua ada perlawanan naik, namun belum cukup mampu melampaui level sebelumnya.
Masih berlanjutnya aksi beli pada sejumlah kontrak komoditas membuat laju harga komoditas, terutama energi kembali melanjutkan penguatannya. Pelaku pasar masih memanfaatkan momen positif tersebut untuk masuk pada saham-saham energi.
Maraknya aksi profit taking yang melanda hampir sebagian besar saham-saham big caps, dapat diimbangi oleh masih menguatnya saham-saham pada infrastruktur dan beberapa perkebunan.
Mulai berbalik nett sell investor asing dan kembali melemahnya USD membuat IHSG tertahan di zona merah. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net buy Rp161,76 miliar menjadi net sell Rp298,99 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, jika aksi profit taking ditambah dengan adanya penilaian banyaknya saham-saham yang telah overbought maka akan memicu aksi jual.
"IHSG pun berpotensi kembali melemah, namun jika rilis data-data ekonomi dunia termasuk Indonesia dapat direspon positif maka pelemahan IHSG pun dapat ditahan," kata dia, Kamis (4/12/2014).
Menurut dia, IHSG akan membentuk pola evening star di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik melemah meski terbatas.
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.145-5.159 dan resisten 5.190-5.197. Laju IHSG kemarin hampir mendekati target resisten 5.189-5.200, namun sempat masuk di kisaran area target support 5.155-5.169 dan berakhir di kisaran target support tersebut.
Hawa profit taking yang kemarin mulai terasa menyebabkan tertahannya potensi penguatan lebih lanjut. Hawa profit taking terjadi sejak awal perdagangan, di mana hanya sesaat berada di zona hijau, namun di tengah sesi I pergerakannya kian menurun. Meski di sesi kedua ada perlawanan naik, namun belum cukup mampu melampaui level sebelumnya.
Masih berlanjutnya aksi beli pada sejumlah kontrak komoditas membuat laju harga komoditas, terutama energi kembali melanjutkan penguatannya. Pelaku pasar masih memanfaatkan momen positif tersebut untuk masuk pada saham-saham energi.
Maraknya aksi profit taking yang melanda hampir sebagian besar saham-saham big caps, dapat diimbangi oleh masih menguatnya saham-saham pada infrastruktur dan beberapa perkebunan.
Mulai berbalik nett sell investor asing dan kembali melemahnya USD membuat IHSG tertahan di zona merah. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net buy Rp161,76 miliar menjadi net sell Rp298,99 miliar.
(rna)
Lihat Juga :