AirAsia dan Interpol Perkuat Integrasi Data Penumpang

Jum'at, 05 Desember 2014 - 06:36 WIB
AirAsia dan Interpol...
AirAsia dan Interpol Perkuat Integrasi Data Penumpang
A A A
JAKARTA - AirAsia Indonesia memperkuat kerjasama dengan Organisasi Internasional Kepolisian (ICPO-INTERPOL) dengan cara sistem I-Checkit. Sistem tersebut, memungkinkan pelacakan pada keaslian paspor calon penumpang berdasarkan database dokumen perjalanan yang hilang maupun dicuri, yang dimiliki oleh INTERPOL.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko mengatakan, sistem tersebut, merupakan terobosan baru dalam dunia penerbangan sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan berama.

"Dengan sistem seperti ini kita berupaya meningkatkan rasa aman bagi seluruh penumpang. Kita ingin memastikan tak ada penumpang yang terbang menggunakan AirAsia tanpa dokumen sah. Kenapa ini penting, karena seringkali, pelaku kriminal menggunakan dokumen yang tidak asli. Jika ada indikasi kearah sana kita langsung terhubung dengan INTERPOL," ujar dia, dalam peluncuran sistem I-Checkit di Kantor Air Asia Tangerang bersama pimpinan National Central Bureau (NCB)-INTERPOL Indonesia serta Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Kamis (4/12/2014).

Menurut Sunu, Air Asia dipilih, mengingat, maskapai tersebut, merupakan salah satu maskapai dengan penerbangan internasional yang beroperasi di enam negara Asia Pasifik.

"Kita beroperasi di enam negara Asia Pasifik, dengan penerbangan di 20 negara dan 200 bandara internasional. Sistem ini berjalan dengan proses 0,5 detik. Sehingga ketika dicek bisa langsung diketahu," ucap dia.

Dia menambahkan, dalam rangka mendukung program kemanan tersebut, pihaknya memberikan dukungan selain pemasangan sistem I-Checkit, Air Asia juga mengubah warna pesawat termasuk menambahkan logo INTETPOL pada satu pesawatnya berjenis AIRBUS.

"Dalam rangka mendukung program tersebut kita bahjkan mengubah satu pesawat kita dengan tulisan kampanye 'Turn Back Crime' sebagai bentuk keseriusan memerangi kejahatan lintas negara.

Di tempat yang sama, Sekretaris NCB-INTERPOL Indonesia, Brigjen Setyo Wasisto mengungkapkan, saat ini sudah ada 40 juta travel dokumen yang ilegal maupun hilang berkas. Dia bahkan menyebutkan, telah terbentuk jaringan pemalsuan dokumen perjalanan seperti paspor pada beberapa negara di Asia.

"Karena itu, menjadi pilihan tepat bagi komunitas maskapai untuk menerapkan sistem I-Checkin. Ke depan, perhotelan maupun perbankan bisa menerapkan hal yang sama," ujar dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, indikasi maraknya pemalsuan dokumen terlihat ketika MH370 Malaysia Airlines diduga menggunakan dokumen palsu.

"Tidak hanya itu, kejadian di Indonesia, misalnya di Bali kita deteksi terdapat warga negara Perancis menggunakan dokumen ilegal. Makanya, peningkatan kerjasama terus dilakukan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas POLRI, Brigjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama kedua pihak. Kerjasama tersebut, kata dia menjadi tolak ukur bagi sektor swasta lain memerangi kejahatan internasional.
"Kejahatan internasional sydah menjadi isu global. Sehingga kampanye 'Turn Back Crime' harus terus dikampanyekan, mengingat Indonesia adalah negara yang strateggis. Karena itu diharapkan private sector terus memberikan bantuan dan dukungannya," pungkasnya.

Penerapan I-Checkit memungkinkan maskapai menarik data Stolend and Lost Travel Dokumen (SLTD) yang terdapat dalam database tanpa memiliki akses langsung ke dalamnya.

Sistem tersebut tidak akan menarik data pribadi yang dimiliki penumpang namun hanya meneliti jenis dan nomor dokumen perjalanan, serta kode negara yang akan dilacak dalam database SLTD.

Apabila nomor paspor penumpang menunjukkan adanya kecocokan pada dokumen hilang atau ilegal, maka penumpang tersebut menjadi wewenang INTERPOL yang secara bersamaan juga membeukan notifilkasi kepada semua biro INTERPOL di seluruh dunia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
6 Bulan Tak Digaji,...
6 Bulan Tak Digaji, Karyawan Gugat Maskapai AirAsia
Digugat 14 Karyawan,...
Digugat 14 Karyawan, Ini Penjelasaan Maskapai AirAsia
AirAsia MOVE Sabet Penghargaan...
AirAsia MOVE Sabet Penghargaan Aplikasi Pemesanan Perjalanan Terbaik di Asia
Kolaborasi MOVETIX AirAsia...
Kolaborasi MOVETIX AirAsia MOVE dan Ticketmelon, Inovasi Baru Pemesanan Tiket Event di ASEAN
AirAsia MOVE Raih Penghargaan...
AirAsia MOVE Raih Penghargaan ASEANTA Awards ke-35
Intip Itinerary Seru...
Intip Itinerary Seru AirAsia MOVE ke Chiang Rai: 3 Hari 2 Malam Penuh Petualangan
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
32 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved