Rawan Profit Taking, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan

Jum'at, 05 Desember 2014 - 08:27 WIB
Rawan Profit Taking,...
Rawan Profit Taking, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diproyeksikan berpotensi melanjutkan pelemahan, karena mulai adanya aksi-aksi profit taking.

Apalagi, jika ditambah dengan adanya penilaian banyaknya saham-saham yang telah overbought maka akan memicu aksi jual.

IHSG pun berpotensi kembali melemah, namun jika rilis data-data ekonomi dunia termasuk Indonesia dapat direspon positif maka pelemahan IHSG pun dapat ditahan.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Evening star di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik melemah meski terbatas.

"Seperti yang kami ulas sebelumnya di mana hawa profit taking mulai terasa, sehingga dapat menahan potensi penguatan lebih lanjut. Namun, diharapkan sentimen rilis data-data ekonomi masih dapat dirilis positif agar laju penguatan dapat terjaga," katanya, Jumat (5/11/2014).

Dia memprediksi IHSG akan berada pada rentang support 5.145-5.159 dan resisten 5.190-5.197. Laju IHSG hampir mendekati target resisten (5.189-5.200) namun, sempat masuk di kisaran area target support (5.155-5.169) dan berakhir di kisaran target support tersebut.

"Terlihat memang hawa profit taking sejak awal perdagangan di mana hanya sesaat berada di zona hijau namun, di tengah sesi I pergerakannya kian menurun. Meski di sesi kedua ada perlawanan naik namun, belum cukup mampu melampaui level sebelumnya," ujarnya.

Maraknya aksi profit taking yang melanda hampir sebagian besar saham-saham big caps, dapat diimbangi oleh masih menguatnya saham-saham pada infrastruktur dan beberapa perkebunan.

Mulai berbalik nett sell investor asing dan kembali melemahnya USD membuat IHSG tertahan di zona merah.

Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp161,76 miliar menjadi net sell Rp298,99 miliar).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
22 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
42 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2023 Tembus 5,03%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved