Pemerintah Harus Bedakan BBM Angkutan Umum dan Pribadi

Jum'at, 05 Desember 2014 - 15:44 WIB
Pemerintah Harus Bedakan...
Pemerintah Harus Bedakan BBM Angkutan Umum dan Pribadi
A A A
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyatakan, pemerintah seharusnya membedakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk angkutan umum dan mobil pribadi.

Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Organda, Eka Sari Lorena menjelaskan, perbedaan itu akan memberikan keuntungan bagi penumpang kendaraan umum, dan berpotensi mengalihkan pengendara mobil pribadi ke angkutan.

"Kenapa tidak dibedakan harganya antara umum dan pribadi. Supaya angkutan umum memiliki kekuatan lebih untuk memperbaiki layanan," ujarnya di Kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurut dia, kenaikan harga BBM ini memukul operator angkutan umum membuat mereka sulit melakukan peremajaan berkala. Terlebih, tidak ada insentif yang diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

"Lebih sulit angkutan umum memelihara standar pelayanan dan melakukan peremajaan kendaraannya," jelas Eka.

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang mengabaikan sektor transportasi, terlebih angkutan darat yang tidak diberi insentif dan jaring pengaman sosial pasca kenaikan BBM.

"Harusnya dibuat jaring pengaman sosialnya, dikasih uang tambahan, dibuat antisipasinya. Angkutan umum tidak disiapkan," tandas Eka.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi Oktober Capai...
Inflasi Oktober Capai 0,12%, Kenaikan Tarif Angkutan Ikut Andil
10 Kota dengan Tarif...
10 Kota dengan Tarif Taksi Paling Mahal di Dunia, Nomor Satu Rp85.200 per Km
Jika Premium Dihapus,...
Jika Premium Dihapus, Tarif Angkutan Umum Bakal Naik
Siap-siap, Menhub Akan...
Siap-siap, Menhub Akan Naikkan Tarif Angkutan Umum
Wacana Tarif Berdasarkan...
Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
Naik Teman Bus Berbayar...
Naik Teman Bus Berbayar Mulai 31 Oktober, Segini Tarifnya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved