Kemen PU-Pera Ajukan Tambahan Anggaran Rp28 T

Sabtu, 06 Desember 2014 - 10:05 WIB
Kemen PU-Pera Ajukan...
Kemen PU-Pera Ajukan Tambahan Anggaran Rp28 T
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera) mengajukan tambahan anggaran Rp28 triliun dalam APBNP 2015. Anggaran ini diusulkan kepada Bappenas sebagai pengalihan biaya subsidi BBM

Menteri PU-Pera, Basuki Hadimuljono mengatakan, tambahan anggaran tersebut akan memperkuat dana dari APBN 2015 yang mencapai Rp85 triliun.

Tambahan dana tersebut terfokus untuk kedaulatan pangan sebesar Rp4 triliun, pembangunan jalan Rp11 triliun, sanitasi dan pemukiman sebesar Rp7 triliun, dan Rp5 triliun untuk perumahan di perbatasan.

"Kami usulkan tambahan Rp28 triliun untuk APBNP. Ini untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur di luar pulau Jawa. Sehingga, kita fokuskan ke wilayah Timur," ujar Basuki usai pengumuman pemenang Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah di Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Dia mengatakan program ini mendorong pelayanan pemprov dan pemkab/kota dalam penyediaan infrastruktur dengan kegiatan penilaian kinerja pemerintah daerah di bidang pekerjaan umum (PKPD-PU).

Kegiatan sejak 2005 ini memberikan penghargaan yang mencakup bidang penataan ruang, pekerjaan umum (sub bidang sumber daya air, bina marga, cipta karya), dan bidang pembinaan jasa konstruksi.

"Penilaian ini dilakukan dengan melihat kombinasi antara potret dan kinerja pemda ketika menyelenggarakan sebagian urusan wajib pada lingkup PU sesuai kategori dan kriteria," tandasnya.

Peraih Penghargaan PKPD-PU


Peringkat PKPD PU 2014, kategori sub bidang penataan ruang tingkat provinsi diraih Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta. Sementara tingkat kabupaten direbut Banyuwangi, Maros, dan Sumbawa. Untuk kota direbut Balikpapan, Pekalongan, dan Bitung.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya mengeluarkan berbagai ketentuan agar masyarakat terdorong untuk menanam pohon. Ini membuat Kabupaten Banyuwangi meraih penghargaan sebagai kabupaten dengan penataan ruang terbaik se-Indonesia.

"Misalnya kalau naik pangkat harus tanam pohon, kalau bercerai harus tanam pohon. Cara-cara itu contoh untuk mendorong masyarakat ikut berpartisipasi dalam penghijauan," kata Azwar, dalam kesempatan yang sama.

Dia mengaku penataan ruang tengah menjadi fokusnya untuk mewujudkan Banyuwangi berkembang secara berkelanjutan.

"Salah satu masalah krusial pasca-reformasi adalah penataan ruang di mana banyak sekali salah tata kelola. Maka kami mulai membenahi dengan serius. Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk menjaga komitmen dalam menata daerah,” katanya.

Kebijakan tata ruang Banyuwangi juga dinilai unggul karena mampu mengakomodasi kerarifan lokal. Misalnya kebijakan pembangunan hotel, desain hotel harus menonjolkan ornamen khas Banyuwangi. Bahan baku bangunan juga harus mengandung unsur material lokal. Seperti pembangunan Hotel Santika, yang bagian depannya menampilkan visualisasi batik motif Gajah Uling khas Banyuwangi.

"Semua hotel wajib mengkonsultasikan desain bangunannya kepada kami, apa sudah sesuai atau belum dengan kebijakan adopsi budaya lokal,” ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Pemulihan Jayapura dan...
Pemulihan Jayapura dan Wamena, PUPR Gandeng BUMN Karya dan Kontraktor Lokal
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved