Polisi Air Sukses Bangun Usaha Pondok Sepur

Sabtu, 06 Desember 2014 - 16:33 WIB
Polisi Air Sukses Bangun...
Polisi Air Sukses Bangun Usaha Pondok Sepur
A A A
BEKERJA sambil membangun usaha tidak semudah, seperti yang digambarkan. Dibutuhkan ketekunan, kerja keras dan fokus agar usaha yang dibangun berkembang.

Hal inilah yang dilakukan Agus Sumarsono, seorang Polisi Air di Kota Jambi. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, dia berhasil membangun usaha kuliner dengan brand Pondok Sepur. Produk makanannya tersebut digandrungi konsumen dari berbagai kalangan.

"Enggak masalah kan polisi air berwirausaha? Seperti pondok yang saya punya sekarang," ujar Agus, saat berbincang dengan Sindonews di acara Oneintwenty, Jambi, Sabtu (6/12/2014)

Dia mengungkapkan, Pondok Sepur itu artinya Pondok Semarang-Purwodadi, perpaduan dari asal kampung saya dan istri.

"Kalau ibarat sepur itu kan Kereta. Itulah yang menjadi insipirasi saya membangun rumah makan yang berdiri di atas kolam," imbuhnya.

Meski baru berdiri sekitar 14 bulan di Jambi, namun Pondok Sepur selalu ramai didatangi pengunjung. Terlebih di Jambi jarang ada pondok makanan ayam. Kalaupun ada, bumbu ala Padang.

"Di sini, etnis Tionghoanya banyak, dan mereka suka dengan yang berbau fresh. Mereka enggak mau dengan ayam atau ikan bumbu padang yang banyak bumbunya. Maka saya coba masuk dengan menu andalan ayam, ikan bakar dan goreng dengan harga yang lebih murah dari kaki lima," ungkap Agus.

Bermodal awal Rp350 juta, penghasilan pada hari biasa Rp8-10 juta. Sementara pada akhir pekan bisa mencapai Rp25 juta.

Dalam usahanya ini, Agus mampu menekan harga Rp15.000 sesuai dengan kantong masyarakat di sana.

"Murah kan? Malah lebih murah dari kaki lima. Ayamnya pun saya pakai ayam pejantan dan diambil langsung dari penjual yang langsung terhubung ke peternak. Dengan harga segitu, pondok saya insya Allah bisa bersaing dengan yang lain," paparnya.

Meski, profesinya sebagai polisi air, Agus tidak takut membagi waktu antara tugas utama dan usahanya. Menurutnya, otak tidak boleh dimanja.

"Otak itu enggak boleh dimanja. Harus terus bergerak, bekerja. Bisa saja kita bekerja dua hal sekaligus. Itu membuat otak kita jadi terasah. Asalkan kita fokus dengan apa yang kita jalani," terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program Pinky Movement...
Program Pinky Movement Pastikan Ketersediaan Pasokan LPG bagi UMKM
Pinky Movement Pertamina...
Pinky Movement Pertamina Salurkan Rp30 M bagi UMKM per November
Melalui Program Kemitraan,...
Melalui Program Kemitraan, Pertamina Sasar Kemandirian UMKM
Pertamina Gelontorkan...
Pertamina Gelontorkan Rp44,4 Miliar ke UMKM lewat Pinky Movement
Gandeng IWAPI, Program...
Gandeng IWAPI, Program Pinky Movement Jangkau Lebih Luas Pelaku Usaha Wanita
Pinky Movement: Pertamina...
Pinky Movement: Pertamina Salurkan Rp44,4 Miliar untuk Ratusan UMKM dan Outlet LPG
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
44 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
57 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
14 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved