IHSG Miliki Potensi Naik Tipis
Senin, 08 Desember 2014 - 08:20 WIB
IHSG Miliki Potensi Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih memiliki potensi untuk naik tipis, meski masih dibayangi aksi ambil untung (profit taking).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya.
"Masih adanya aksi profit taking yang membuat potensi kenaikan IHSG juga masih terhambat meski juga masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi," kata dia, Senin (8/12/2014).
Menurut dia, meski masih ada potensi IHSG untuk naik, namun tetap cermati potensi pelemahan lanjutan. Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu sempat melampaui target resisten 5.187-5.204, namun tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support 5.145-5.163.
IHSG akhir pekan lalu memperlihatkan laju variatifnya, di mana sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau. Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG, di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking.
Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 menjadi USD111,14 miliar sempat memberikan sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi.
Di sisi lain, oleh karena pelaku pasar masih dalam posisi profit taking maka pasca IHSG kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau.
Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp5,56 miliar menjadi net sell Rp737,03 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya.
"Masih adanya aksi profit taking yang membuat potensi kenaikan IHSG juga masih terhambat meski juga masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi," kata dia, Senin (8/12/2014).
Menurut dia, meski masih ada potensi IHSG untuk naik, namun tetap cermati potensi pelemahan lanjutan. Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu sempat melampaui target resisten 5.187-5.204, namun tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support 5.145-5.163.
IHSG akhir pekan lalu memperlihatkan laju variatifnya, di mana sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau. Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG, di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking.
Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 menjadi USD111,14 miliar sempat memberikan sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi.
Di sisi lain, oleh karena pelaku pasar masih dalam posisi profit taking maka pasca IHSG kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau.
Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp5,56 miliar menjadi net sell Rp737,03 miliar.
(rna)
Lihat Juga :