PSAB Didesak Laporkan Keuangan yang Valid ke Regulator

Rabu, 10 Desember 2014 - 13:20 WIB
PSAB Didesak Laporkan...
PSAB Didesak Laporkan Keuangan yang Valid ke Regulator
A A A
JAKARTA - PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) didesak untuk melaporkan keuangannya yang valid kepada regulator, agar tidak merugikan investor.

Terlebih saat ini, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan ini sedang terlibat sengketa kerja sama dengan KUD Dharma Tani Marisa.

Pengamat Pasar Modal Hasan Zein Mahmud meminta PSAB untuk melaporkan laporan keuangannya dengan benar. Pasalnya, banyak 'keajaiban' pergerakan saham di perusahaan tersebut.

"Harga emas dalam 4 tahun terakhir mengalami penurunan. Dengan begitu, saham perusahaan emas kan juga turun," ujar dia seperti dalam rilis, Rabu (10/12/2014).

Namun, lanjut dia, pada Oktober tahun ini pergerakan saham PSAB justru mengalami kenaikan. Padahal, komposisi kepemilikan saham lebih didominasi PSAB yaitu 5,4% dimiliki publik, sementara sisanya 94,6% dimiliki J Resources Mining Limited.

"Pemegang sahamnya kan cuma 5% dari publik masa bisa naik. Harusnya sahamnya itu jadi saham tidur. Lantaran, hanya menjual 5% ke publik. Ini berarti ada sesuatu yang aneh, biasanya saham tidur itu digoreng," kata Hasan.

Menurutnya, merupakan suatu kewajaran apabila perseroan yang sudah melakukan keterbukaan di publik mengalami kerugian. Untuk itu, dia meminta perseroan mengeluarkan laporan keuangan yang benar.

"Jangan sampai infonya merugikan investor. Tujuan saya itu cuma meminta perusahaan itu mempublikasikan laporan keuangannya yang benar," jelas dia.

Sekadar Informasi, pada akhir tahun buku 2013, aset PSAB bernilai sekitar USD805 juta. Dari nilai tersebut, 68% bersumber dari utang, sebesar USD546 juta.

Selama 5 tahun belakangan dari 2009-2013, PSAB hanya satu kali mencatat laba operasi, yaitu tahun 2012, dengan laba sekitar USD37 juta dengan ROA kurang dari 5%. Selama tahun buku 2013 perusahaan menderita kerugian operasi sebesar USD29 juta.

Perusahaan ini berdiri tahun 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi (dari situ kode PSAB berasal) dan menjadi perusahaaan publik setahun kemudian. Berganti nama menjadi PT J Resources Asia Pacific pada 2011 setelah mengambil alih 98,9% saham J Resources Nusantara (JRN).

Pada saat harga emas mencapai titik terendah Oktober 2013, saham saham perusahaan emas seperti Lionggold Resources, Blumont Group dan Asiason Capital mengalami penurunan hampir 90%, harga saham PSAB justru mengalami kenaikan, mencapai Rp4.000.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Dampingan Panen...
Petani Dampingan Panen Kakao Perdana, JRBM Targetkan Bentuk BUMP
Harga Emas Berkilau,...
Harga Emas Berkilau, PSAB Optimis Kinerja di 2024 Cemerlang
Jaga Produktivitas,...
Jaga Produktivitas, J Resources Utamakan Kesehatan SDM
Kerugian J Resources...
Kerugian J Resources Capai USD4,81 Juta hingga Juni 2021
Dipasok Listrik PLN,...
Dipasok Listrik PLN, Anak Usaha J Resources Siap Tuntaskan Proyek Doup
Kabar Duka, Presdir...
Kabar Duka, Presdir Bumi Resources Saptari Hoedaja Meninggal Dunia
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
57 menit yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
1 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved