Wall Street Merosot Dipicu Anjloknya Harga Minyak

Kamis, 11 Desember 2014 - 09:01 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Dipicu Anjloknya Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir merosot lebih dari 1% dan menjadi koreksi terdalam sejak 13 Oktober lalu dipicu menurunnya saham energi karena terimbas anjloknya harga minyak.

Indeks S&P 500 telah jatuh 2,4% sepanjang pekan ini, membalikkan tren penguatan baru-baru ini. Aksi jual marak jelang penutupan perdagangan.

Saham sektor energi di indeks S&P (SPNY) turun 3,1% dan memimpin penurunan di indeks S&P 500. Seluruh sektor saham di indeks S&P melemah sekitar 1%. Sepanjang tahun ini, saham sektor energi di indeks S&P telah turun 14,7%.

Sementara minyak mentah jenis brent menyentuh level terendah lima tahun di angka USD63,56 setelah Menteri Minyak Arab Saudi menegaskan bahwa Arab tidak memiliki rencana untuk memangkas produksi.

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan permintaan minyak global pada 2015 akan jatuh ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Penurunan harga minyak telah meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan global dan pendapatan perusahaan energi. Hal itu ditambah dengan pajak penjualan akhir tahun.

"Kami memiliki masalah minyak berkepanjangan di pasar, dan OPEC memperkirakan proyeksi mereka membebani investor saham," kata Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott Mark Luschini seperti dilansir dari Reuters, Kamis (11/12/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 268,05 poin atau 1,51% ke 17.533,15; indeks S&P 500 kehilangan 33,68 poin atau 1,64% ke 2.026,14; dan Nasdaq Composite turun 82,44 poin atau 1,73% ke 4.684,03.

Sekitar 7,4 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume itu di atas rata-rata lima hari terakhir sebanyak 6,7 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
25 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
46 menit yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
1 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
2 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
4 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved