Potensi IHSG Positif Dibayangi Profit Taking
Jum'at, 12 Desember 2014 - 08:29 WIB
Potensi IHSG Positif Dibayangi Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi melaju positif didukung kenaikan bursa Amerika Serikat (AS) semalam. Namun penguatan tersebut dibayangi aksi ambil untung (profit taking).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola three outside up bertahan di area middle bollinger band (MBB). MACD bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
"IHSG terlihat masih berupaya bergerak naik, namun tertahan dengan adanya aksi jual. Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif. Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking," kata dia, Jumat (12/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172. Sementara laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten 5.175-5.189 dan sempat masuk ke target support 5.115-5.148.
Meski sempat melemah, namun dalam perjalannya laju IHSG terus bergerak naik hingga menyentuh 5.166,70. Kendati demikian, pencapaian level tertinggi tersebut juga tidak kuat dan aksi jual kembali menghempaskan laju IHSG.
"Cukup banyaknya penguatan saham-saham second liner, tidak berfluktuatifnya laju Rupiah, hingga rilis tetapnya BI rate di 7,75% kurang mampu membawa IHSG keluar dari zona merah karena tereduksi dengan pelemahan pada sejumlah indeks saham Asia dan berlanjutnya transaksi jual asing,"
Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp48,68 miliar menjadi net sell Rp512,11 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola three outside up bertahan di area middle bollinger band (MBB). MACD bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
"IHSG terlihat masih berupaya bergerak naik, namun tertahan dengan adanya aksi jual. Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif. Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking," kata dia, Jumat (12/12/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172. Sementara laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten 5.175-5.189 dan sempat masuk ke target support 5.115-5.148.
Meski sempat melemah, namun dalam perjalannya laju IHSG terus bergerak naik hingga menyentuh 5.166,70. Kendati demikian, pencapaian level tertinggi tersebut juga tidak kuat dan aksi jual kembali menghempaskan laju IHSG.
"Cukup banyaknya penguatan saham-saham second liner, tidak berfluktuatifnya laju Rupiah, hingga rilis tetapnya BI rate di 7,75% kurang mampu membawa IHSG keluar dari zona merah karena tereduksi dengan pelemahan pada sejumlah indeks saham Asia dan berlanjutnya transaksi jual asing,"
Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp48,68 miliar menjadi net sell Rp512,11 miliar.
(rna)
Lihat Juga :