Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS

Jum'at, 12 Desember 2014 - 08:59 WIB
Wall Street Rebound...
Wall Street Rebound Didukung Data Ekonomi AS
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berhasil menguat (rebound) didukung positifnya data ekonomi Amerika Serikat (AS), seperti naiknya angka penjualan retail yang mengangkat angka belanja konsumen.

Bursa saham ditutup menguat pada akhir sesi di tengah menurunnya harga minyak mentah AS di bawah USD60 per barel untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir.

Kenaikan terjadi setelah indeks S&P 500 melemah 2,4% selama tiga sesi sebelumnya, periode terburuk bagi indeks dalam dua bulan karena anjloknya harga minyak membebani sektor energi.

Namun, anjloknya harga minyak cenderung mendorong belanja liburan konsumen, dan penjualan retail pada November yang di atas ekspektasi.

Saham sektor retail mencatat kenaikan terbesar di indeks S&P 500, seperti saham Urban Outfitters (URBN.O) naik 7,6% menjadi USD32,29. Sektor saham retail di indeks S&P (SPXRT) melonjak 1%.

Data ekonomi lainnya menunjukkan menguatnya pasar tenaga kerja, seperti menurunnya klaim pengangguran awal pekan.

"Ini menunjukkan belanja konsumsi secara keseluruhan membaik," kata Kepala Ekonom Pasar Rockwell Global Capital di New York Peter Cardillo seperti dilansir dari Reuters, Jumat (12/12/2014).

Dia memperkirakan bahwa indeks S&P bisa menguat ke level 2.100 pada penghujung tahun ini.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 63,19 poin atau 0,36% ke 17.596,34; indeks S&P 500 naik 9,19 poin atau 0,45% ke 2.035,33; dan Nasdaq Composite bertambah 24,14 poin atau 0,52% ke 4.708,16.

Sekitar 7,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume tersebut di atas rata-rata selama lima sesi terakhir sebanyak 6,9 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
52 menit yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
1 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
3 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
3 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
4 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
13 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved