Rupiah Pekan Depan Diperkirakan Makin Tertekan
Minggu, 14 Desember 2014 - 18:10 WIB
Rupiah Pekan Depan Diperkirakan Makin Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis PT MNC Securities Reza Nugraha mengatakan, kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) yang semakin membaik membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) makin melemah pada pekan depan.
"Data-data ekonomi yang dirilis AS semakin membaik, pengangguran membaik, sehingga akhirnya rupiah tertekan. Pekan depan, kita lihat akan semakin tertekan ke level Rp12.500. Minggu kemarin sendiri pelemahan rupiah tertinggi sejak tiga tahun terakhir," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (14/12/2014).
Dia mengharapkan Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi terkait kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap USD.
"Kita harap BI akan melakukan intervensi. Akhir tahun juga semakin banyak utang dengan USD yang jatuh tempo, baik korporasi maupun pemerintah," ujarnya.
Dia menambahkan, faktor akhir tahun yang digunakan sebagian masyarakat Indonesia untuk liburan ke luar negeri juga akan mempengaruhi laju rupiah.
"Menjelang liburan akhir tahun mendekati Natal, masyarakat banyak yang mengganti uangnya ke USD untuk ke luar negeri. Cukup besar antusiasme masyarakat domestik termasuk para ekspatriat. Walaupun pengaruhnya tidak sebesar utang yang jatuh tempo tapi ini sebuah indikator," pungkasnya.
"Data-data ekonomi yang dirilis AS semakin membaik, pengangguran membaik, sehingga akhirnya rupiah tertekan. Pekan depan, kita lihat akan semakin tertekan ke level Rp12.500. Minggu kemarin sendiri pelemahan rupiah tertinggi sejak tiga tahun terakhir," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (14/12/2014).
Dia mengharapkan Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi terkait kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap USD.
"Kita harap BI akan melakukan intervensi. Akhir tahun juga semakin banyak utang dengan USD yang jatuh tempo, baik korporasi maupun pemerintah," ujarnya.
Dia menambahkan, faktor akhir tahun yang digunakan sebagian masyarakat Indonesia untuk liburan ke luar negeri juga akan mempengaruhi laju rupiah.
"Menjelang liburan akhir tahun mendekati Natal, masyarakat banyak yang mengganti uangnya ke USD untuk ke luar negeri. Cukup besar antusiasme masyarakat domestik termasuk para ekspatriat. Walaupun pengaruhnya tidak sebesar utang yang jatuh tempo tapi ini sebuah indikator," pungkasnya.
(rna)