Rencana Penghapusan Raskin Dinilai Gegabah

Senin, 15 Desember 2014 - 18:56 WIB
Rencana Penghapusan...
Rencana Penghapusan Raskin Dinilai Gegabah
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi menilai, rencana penghapusan raskin sebagai tindakan gegabah yang berisiko tinggi terhadap peningkatan jumlah masyarakat miskin dan mengancam ketahanan pangan masyarakat berpendapatan rendah.

Bayu yang baru kembali dari lawatannya dari Prancis dan Belgia mengungkapkan, pemerintah Prancis dan kawasan Eropa serta Amerika, sedang mempelajari mekanisme program raskin untuk diterapkan di negaranya masing-masing.

“Di Eropa, saat ini sedang bergejolak soal ketahanan pangan. Di Eropa Barat, 16 juta orang kelaparan. Di Amerika juga sedang dikaji tentang efektivitas stamp food atau kupon makanan semacam e-money," ujar dalam diskusi bertema "Stop Liberalisasi Beras" yang digelar Perhepi di Jakarta, Senin (15/12/2014).

"Mereka melihat raskin lebih efektif dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Mereka heran, bagaimana Indonesia menjaga stabilitas pangan rakyatnya. Karena stamp food ternyata kurang efektif,” tambahnya.

Mantan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) ini menuturkan, program raskin merupakan jaring pengaman sosial (JPS) yang mempunyai delapan fungsi sekaligus. Yakni, pengadaan beras dan gabah bagi petani; stok pangan pemerintah; penjamin ketersediaan pangan bagi warga miskin; penyedia bantuan darurat pada saat bencana atau keperluan mendadak lainnya; penjaga stabilitas harga beras; injeksi dana pemerintah ke pedesaan, yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar Rp18 triliun; instrumen peningkatan likuiditas masyarakat desa; serta pengendali inflasi nasional.

“Raskin ini sejatinya telah berlaku sejak 1970. Di mana pemerintah menyediakan beras untuk PNS dan ABRI. Kemudian pada 1998, karena gejolak ekonomi, pemerintah memandang perlunya jaminan pangan untuk masyarakat umum dan program ini dilanjutkan oleh lima pemerintahan pascareformasi,” ungkapnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Harga Beras Terus Melonjak,...
Harga Beras Terus Melonjak, PKS: Berdampak Serius Bagi Masyarakat
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas
Tambah Beban Warga Miskin,...
Tambah Beban Warga Miskin, Beras Bansos Berkualitas Buruk Harus Ditarik
Harga Beras Mahal, Ratusan...
Harga Beras Mahal, Ratusan Emak-emak di Madina Rela Antre di Kantor Pos
Minta Pemda Rajin Pantau...
Minta Pemda Rajin Pantau Harga Beras di Pasar, Mendag: Naik Rp10 Saja Berdampak ke Warga Miskin
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Ini Berani Melawan Rencana Trump Caplok Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved