Minim Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi
Selasa, 16 Desember 2014 - 08:11 WIB
Minim Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali meninggalkan utang gap di 5.126-5.150.
Menawarkan peluang investasi yang menarik, terutama dari posisi nya di level yang cukup rendah. Namun, belum didukung sentimen yang ada, di mana rupiah masih melanjutkan terdepresiasi.
Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan atau koreksi lanjutan seiring masih berlanjutnya potensi profit taking.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Hammer berada di area lower bollinger band (LBB ). MACD cenderung melemah setelah terbentuk death gross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah.
"Laju IHSG bergerak sejalan dengan ulasan kami sebelumnya, di mana meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung sentimen yang ada. Rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global," ujarnya, Selasa (16/12/2014).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.089-5.099 dan resisten 5.115-5.130. Laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten (5.172-5.183) dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah, di mana target support (5.138-5.152) telah terlewati.
"Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking," katanya.
Melemahnya rupiah di awal perdagangan langsung menghantam IHSG hingga hampir terkapar di zona merah.
Aksi beli pun terkalahkan dengan aksi jual yang dinilainya merupakan bentuk kekhawatiran dan kekecewaan terhadap melemahnya rupiah meski Bank Indonesia (BI) menganggap kondisi tersebut masih normal dan sesuai fundamentalnya.
Jika pergerakan longsornya rupiah dianggap sesuai dengan fundamental Indonesia, maka dapat dipersepsikan bahwa perekonomian Indonesia memang terlihat sedang kurang baik cenderung parah.
Apalagi beberapa waktu lalu sentimen negatif menghantui pasar dari keputusan kenaikan harga BBM hingga dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 oleh Bank Dunia.
Di sisi lain, melemahnya sejumlah laju bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa turut memerahkan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp42,38 miliar menjadi net sell Rp828,06 miliar).
Menawarkan peluang investasi yang menarik, terutama dari posisi nya di level yang cukup rendah. Namun, belum didukung sentimen yang ada, di mana rupiah masih melanjutkan terdepresiasi.
Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan atau koreksi lanjutan seiring masih berlanjutnya potensi profit taking.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Hammer berada di area lower bollinger band (LBB ). MACD cenderung melemah setelah terbentuk death gross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah.
"Laju IHSG bergerak sejalan dengan ulasan kami sebelumnya, di mana meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung sentimen yang ada. Rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global," ujarnya, Selasa (16/12/2014).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.089-5.099 dan resisten 5.115-5.130. Laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten (5.172-5.183) dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah, di mana target support (5.138-5.152) telah terlewati.
"Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking," katanya.
Melemahnya rupiah di awal perdagangan langsung menghantam IHSG hingga hampir terkapar di zona merah.
Aksi beli pun terkalahkan dengan aksi jual yang dinilainya merupakan bentuk kekhawatiran dan kekecewaan terhadap melemahnya rupiah meski Bank Indonesia (BI) menganggap kondisi tersebut masih normal dan sesuai fundamentalnya.
Jika pergerakan longsornya rupiah dianggap sesuai dengan fundamental Indonesia, maka dapat dipersepsikan bahwa perekonomian Indonesia memang terlihat sedang kurang baik cenderung parah.
Apalagi beberapa waktu lalu sentimen negatif menghantui pasar dari keputusan kenaikan harga BBM hingga dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 oleh Bank Dunia.
Di sisi lain, melemahnya sejumlah laju bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa turut memerahkan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp42,38 miliar menjadi net sell Rp828,06 miliar).
(izz)
Lihat Juga :