Rusia Pertahankan Produksi, Minyak Global Turun

Rabu, 17 Desember 2014 - 09:45 WIB
Rusia Pertahankan Produksi,...
Rusia Pertahankan Produksi, Minyak Global Turun
A A A
SEOUL - Minyak mentah diperdagangkan turun mendekati level terendah lima tahun setelah Rusia menegaskan akan tetap mempertahankan produksinya pada tahun depan. Ini mencerminkan strategi OPEC untuk menahan diri dari membatasi pasokan demi mengatasi kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka (futures) turun 1,4% di New York setelah meluncur di bawah USD55 per barel, kemarin untuk kali pertama sejak Mei 2009.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, produksi Rusia pada tahun depan akan sama dengan tahun ini sebanyak 10,6 juta barel per hari. Sementara Iran menawarkan pasokan ke Asia dengan diskon tertinggi dalam 14 tahun terakhir.

Minyak telah merosot 45% sepanjang tahun ini karena melonjaknya produksi minyak di Amerika Serikat dalam lebih dari tiga dekade di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan global.

Anggota utama Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), seperti Arab Saudi menolak permintaan dari produsen kecil, Venezuela dan Ekuador untuk memangkas kuota produksi demi mengerem jatuhnya harga.

"OPEC tidak akan memangkas produksi, kecuali AS memangkas produksinya, dan sepertinya permainan ini akan terus berlangsung pada tahun depan," kata analis komoditas di Woori Investment & Securities Co Kang Yoo Jin seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (17/12/2014).

Dia menuturkan, ketika harga minyak merosot menjadi keputusan strategis bagi negara-negara produsen termasuk OPEC dan Rusia untuk menjaga tingkat produksinya tidak berubah.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Januari turun sebanyak 76 sen menjadi USD55,17 per barel dan berada di USD55,37 pada pukul 08:45 pagi waktu Singapura. Kontrak naik 2 sen menjadi USD55,93 kemarin. Total volume sekitar 59% di bawah rata-rata 100-hari.

Sementara minyak brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Januari berakhir kemarin turun USD1,20 atau 2% menjadi USD59,86 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI sebesar USD3,93.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved