BI Minta Pelemahan Rupiah Tak Dibesar-besarkan

Rabu, 17 Desember 2014 - 16:53 WIB
BI Minta Pelemahan Rupiah...
BI Minta Pelemahan Rupiah Tak Dibesar-besarkan
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara meminta pelemahan rupiah tidak perlu dibesar-besarkan.

Menurutnya, kondisi rupiah tidak melemah, melainkan kondisi dolar Amerika Serikat (USD) yang menguat. "Jika disebut rupiah melemah, semua melemah juga," terang Mirza di Gedung BI, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Menurutnya, kebijakan BI untuk menaikkan tingkat suku bunga pada november lalu merupakan langkah responsif terhadap inflasi, bukan sebaliknya.

Dia menuturkan, pada 2008, saat ekonomi Amerika Serikat (AS) kolaps, tingkat suku bunga AS‎ turun dari 5% menjadi 0,25% sebagai upaya merespon pasar.

Sementara, pada saat yang sama, Eropa juga menurunkan suku bunganya, namun tidak memperbaiki pasar karena deposit facility-nya sudah minus.

Begitu juga dengan Turki yang pernah mencoba melawan kondisi pasar.‎ Di mana, pada 2010 Turki salah satu negara yang membutuhkan suntikan dana dari luar ngeri, sementara pada saat yang sama neraca perdagangan Turki defisit.

Ketika Turki mencoba melawan pasar dengan menurunkan tingkat suku bunga, maka currency Turki akhirnya melemah.

"Ini membuktikan bahwa kenyataannya menurunkan suku bunga tidak memperbaiki masalah ekonomi," ujar Mirza.

Jadi, keinginan untuk menurunkan tingkat suku bunga, harus disesuaikan dengan realita.‎ "Jika BI naikkan bunga, bukan untuk jelek, namun demi perbaikan negeri. Meski agak pahit," pungkasnya.‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved