Jokowi Heran Turis Kamboja Selisih Tipis dengan RI

Kamis, 18 Desember 2014 - 11:28 WIB
Jokowi Heran Turis Kamboja...
Jokowi Heran Turis Kamboja Selisih Tipis dengan RI
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran melihat jumlah turis yang datang ke Kamboja hanya selisih tipis dengan Indonesia, yang memiliki potensi alam lebih banyak dan beraneka ragam.

Dia menyebutkan setiap tahunnya, turis yang mendatangi Indonesia hanya 8 juta per tahun. Angka ini tidak terlalu jauh dengan Kamboja sebagai negara kecil dan memiliki penduduk sedikit, namun jumlah turisnya mencapai 7 juta per tahun.

"Bandingkan dengan Kamboja, apa kekuatan pariwisatanya? Itu turisnya setiap tahun 7 juta orang. Negara kecil dan penduduknya sedikit, lihat apa? Cuma Ankor Wat (temple)," ujar Jokowi dalam acara Musrenbangnas di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Karena itu, menurut Jokowi, produk pariwisata Indonesia perlu dikemas dengan baik. Salah satunya mengatur kawasan pariwisata agar tidak tercemar oleh pedagang kaki lima (PKL) dan penjual asongan yang sering memaksa para wisatawan untuk membeli dagangannya.

"Ini akan mengubah karakter yang mempunyai potensi wisata. Saya sudah perintahkan kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk promosi pariwisata," tuturnya.

Jokowi menambahkan, anggaran promosi wisata di Indonesia juga sangat minim. Bahkan dibandingkan Malaysia, anggaran promosi wisata Indonesia hanya 1 per 12 dari anggaran promosi Malaysia.

"Ini harus diselesiakan. Potensi kita besar, jika dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia sangat jauh, turis ke sana sampai 24 juta per tahun. Kita satu tahun hanya 8 juta turis. Kita ada potensinya, bisa 10 kali lipat, semuanya dari laut, pantainya kita ada semua," tukasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertama Kali Usai Pandemi,...
Pertama Kali Usai Pandemi, Sumenep Kembali Ramai Dikunjungi Ratusan Wisman
Wagub Bali Respons Wacana...
Wagub Bali Respons Wacana Wisman Dikenai Pajak: Pariwisata Bali Akan Makin Berkualitas
Karantina Wisman Dihapus,...
Karantina Wisman Dihapus, Peningkatan Kunjungan ke Bali Sentuh 200%
Kunjungan Wisatawan...
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik Lima Kali Lipat
Sambut Wisatawan Internasional,...
Sambut Wisatawan Internasional, Turki Gencarkan Vaksinasi Pekerja Pariwisata
10 Kota yang Meraih...
10 Kota yang Meraih Pendapatan Besar dari Wisatawan, Nomor 4 dan 9 dari Asia
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
16 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
49 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved