Produk Bahan Baku Lokal Diuntungkan Pelemahan Rupiah

Jum'at, 19 Desember 2014 - 10:54 WIB
Produk Bahan Baku Lokal...
Produk Bahan Baku Lokal Diuntungkan Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Produk dalam negeri yang menggunakan bahan baku lokal diuntungkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (USD).

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ini nilai tukar rupiah sempat menunjukkan tren pelemahan sebelum adanya intervensi Bank Indonesia (BI). Bahkan mata uang domestik sempat mendekati Rp13.000 per USD, atau terendah sejak 1998.

"Produk dalam negeri yang menggunakan bahan baku lokal itulah yang diuntungkan, produk hortikultura, dan perikanan dengan pelemahan rupiah ini," ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Kendati demikian, Rachmat menegaskan bahwa tren pelemahan rupiah tidak perlu dikhawatirkan lantaran sifatnya hanya sementara dan musiman.

"Ini kan cuma sementara ya, saya lihat tidak begitu mengawatirkan," tambahnya.

Rachmat menambahkan, pihaknya juga tengah memberikan perhatian khusus pada masalah kedelai. Menurut dia, karena terlalu banyak diimpor, sehingga pelemahan rupiah justru memberikan pukulan yang cukup berat terhadap perdagangan kedelai di dalam negeri.

"Karena begitu banyak impor, jadi ada dampak kenaikan. Pemerintah sudah memikirkan untuk mengatasi dampak kenaikan ini," terang Rachmat.

Pihaknya berencana memanggil para pedagang kedelai untuk mengatasi tren pelemahan rupiah tersebut. Namun pada dasarnya, stok kedelai saat ini masih dalam kondisi aman, yaitu 400 ribu ton, sementara konsumsinya hanya 200 ribu ton per bulan.

"Hanya saja pedagang khawatir kalau beli lagi (kedelai), rupiahnya melemah. Karena itu ada kenaikan, tapi secara stok cukup," jelas dia.

Rachmat bersama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Ngurah Agung Gede Puspayoga berjanji akan mengatasi pelemahan rupiah agar para perajin tempe dan tahu tidak terlalu cemas.

"Supaya para perajin tempe dan tahu tidak cemas. Ini karena semua naik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
3 menit yang lalu
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
42 menit yang lalu
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
1 jam yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
1 jam yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
1 jam yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved