SBY Ajari Jokowi SBYnomics Atasi Krisis Ekonomi

Jum'at, 19 Desember 2014 - 11:13 WIB
SBY Ajari Jokowi SBYnomics...
SBY Ajari Jokowi SBYnomics Atasi Krisis Ekonomi
A A A
JAKARTA - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatasi krisis ekonomi yang pernah dialaminya ketika memimpin Indonesia selama 10 tahun, atau dikenal dengan SBYnomics.

Melalui akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono, SBY mengaku masih tetap mengikuti perkembangan situasi di Tanah Air meski sudah tidak menjabat, termasuk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini.

"Perihal tantangan yang tidak ringan terhadap ekonomi Indonesia, telah saya sampaikan setahun yang lalu, tepatnya Oktober 2013," kicaunya di jejaring sosial bergambar burung biru itu, Kamis (18/12/2014).

Dia menyebutkan, tantangan tersebut berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi, menurunnya nilai tukar rupiah, jatuhnya harga komoditas pertanian dan mineral. Bahkan, dia menambahkan, era dolar Amerika Serikat (USD) murah sudah usai. Dia juga memerkirakan nilai tukar rupiah terhadap USD pada 2014 akan tembus Rp12.000 per USD.

"Saya tak pernah menjanjikan rupiah akan menguat, bahkan di bawah Rp10.000 per USD karena saya tahu situasi ekonomi dunia," terang SBY.

Dia menuturkan, tekanan ekonomi yang dialami Indonesia ada yang sifatnya global dan nasional. Dalam kondisi global, tekanan ini akibat kebijakan Bank Sentral AS (The Fed), turunnya pertumbuhan ekonomi China, dan stagnasi ekonomi Eropa.

Sementara dari dalam negeri, adanya defisit neraca perdagangan dan anjloknya nilai ekspor kelapa sawit, batu bara, dan barang komoditas lainnya.

"Itulah sebabnya selaku Presiden (saat itu), saya tetapkan pertumbuhan yang realistis, sekitar 5-6%. Saya tahu situasi global, kawasan dan nasional," jelas dia.

Pertumbuhan ekonomi China yang menurun di angka 7%, lanjut SBY, tentu berdampak negatif pada perdagangan dan investasi ke negara lain, termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekspor-impor Indonesia pun mengalami tren pelemahan, sebab itu menjaga investasi menjadi penting untuk dilakukan.

"Karenanya, sumber pertumbuhan yang sungguh kita jaga adalah konsumsi rumah tangga dan pembelanjaan pemerintah. Hasilnya lumayan," tandas SBY.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Susilo Bambang Yudhoyono...
Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Tampil di Pestapora 2024
Susilo Bambang Yudhoyono...
Susilo Bambang Yudhoyono Ikuti Upacara HUT ke-79 RI di Kampung Halamannya
Two Season Dapur Cokelat,...
Two Season Dapur Cokelat, Kue Favorit Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
AHY, Perwira Berprestasi...
AHY, Perwira Berprestasi yang Memilih Terjun ke Dunia Politik
Dapat Undangan di HUT...
Dapat Undangan di HUT Ke-79 RI di IKN, SBY Dipastikan Absen
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Berita Terkini
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
41 menit yang lalu
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
1 jam yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
1 jam yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
1 jam yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved