Performa Obligasi Akan Normal pada 2015

Rabu, 24 Desember 2014 - 08:00 WIB
Performa Obligasi Akan...
Performa Obligasi Akan Normal pada 2015
A A A
JAKARTA - Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto memperkirakan performance (performa) obligasi akan normal pada 2015.

Kendati perdagangan US treasury (surat utang jangka pendek AS) meningkat, namun penguatan rupiah akan menciptakan stabilitas pasar obligasi di Tanah Air.

‎"Untuk pola ‎outlook pasar obligasi pada 2015 akan berbeda. Pada 2003-2010 kita cuma lihat inflasi. Namun sejak 2010, selain inflasi, US treasury dan rupiah sangat menentukan outlook obligasi Indonesia pada 2015‎," ujarnya, Selasa (23/12/2014).‎

Dia menyebutkan, pergerakan penjualan US treasury akan bergantung Fed Fund Rate di 2015. ‎"Jadi, market masih melihat Fed Fund Rate, sehingga ada kemungkinan US treasury akan naik. Ini akan memengaruhi investor," jelas Handy

Selain itu, lanjur dia, sejumlah negara seperti Jepang juga akan melakukan QE (quantitative easing) pada 2015, sehingga pembelian US treasury akan naik. ‎Ini menjadi insentif menarik bagi investor untuk membeli US treasury.‎ Dampaknya, penjualan SUN (surat utang negara) akan sepi.

Sementara rupiah, kata Handy, akan mendukung penjualan SUN. Rupiah diperkirakan akan menguat di level Rp 11.800 pada 2015, sehingga pertumbuhan obligasi tahun depan masih akan positif.

"Kunci obligasi ini bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, mengingat keuangan negara menguat pascakenaikan harga BBM," terangnya.

Untuk diketahui, obligasi semua negara terkoreksi di awal Desember. Namun, Indonesia terkoreksi paling dalam dengan kinerja nonth to date (MTD) sebesar 4,1% dan year to date (YTD) sebesar 9,2%.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
7 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
8 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved