Industri Konstruksi Bertahan di Tengah Pelemahan Rupiah

Jum'at, 26 Desember 2014 - 16:53 WIB
Industri Konstruksi...
Industri Konstruksi Bertahan di Tengah Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) menyatakan, industri konstruksi di Tanah Air masih bisa bertahan di tengah tekanan depresiasi rupiah terhadap dolar AS (USD) yang berada di atas Rp12.000.

Ketua Umum LPJKN Tri Widjayanto mengatakan, melemahnya rupiah masih bisa diatasi sebab ongkos kontruksi yang terkait dengan bahan impor masih berada di kisaran 5%.

"Saya kira tidak memberi dampak signifikan ya. Keluhan tetap ada, tetapi masih bisa diminimalisir kalangan usaha konstruksi," ujarnya kepada Sindo, Jumat (26/12/2014).

Dia menyebutkan bisnis konstruksi merupakan usaha dengan putaran yang sangat cepat sehingga profitnya cukup besar.

"Saya kira dalam mengatasi dampak rupiah pada sektor usaha konstruksi, kalangan usaha banyak meminimalisir risiko dengan menyiasati penggunaan material impor ke lokal tanpa mengurangi kualitas konstruksi bangunan maupun jalan," jelasnya.

Dia menambahkan, pelemahan rupiah terhadap USD menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga tidak akan berdampak banyak. Sebab, kalangan usaha masih menganggap pelemahan rupiah tidak bersifat permanen.

"Kalau kita melihatnya, depresiasi rupiah terhadap dolar ini bukan permanen. Karena kondisi yang sama juga dialami negara-negara ASEAN lainnya," tandas Tri.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
3 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved