Konstruksi Jalan dan Bangunan Paling Tertekan Rupiah

Sabtu, 27 Desember 2014 - 08:23 WIB
Konstruksi Jalan dan...
Konstruksi Jalan dan Bangunan Paling Tertekan Rupiah
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Tri Widjayanto mengemukakan, dampak depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) lebih banyak dirasakan sektor konstruksi jalan dan bangunan.

Alasannya, material untuk kedua konstruksi tersebut masih memanfaatkan bahan dan alat impor.

"Dampaknya ada tapi tidak sampai 10%. Depresiasi ini terutama dirasakan hanya untuk kontrak-kontrak dengan mata uang asing. Misalnya, pembangunan gedung dan jalan. Kita melakukan evaluasi dengan dampak-dampak tersebut, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah," ujarnya, Jumat (26/12/2014).

Dia menjelaskan, pemerintah telah melakukan antisipasi dengan meninjau dan mengevaluasi kontrak-kontrak bagi kontraktor jalan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Djoko Murjanto mengatakan, pemerintah telah melakukan antisipasi terkait melemahnya rupiah dengan cara mengeveluasi kontrak-kontrak yang ada di lingkungan Kementerian PU-Pera.

Menurutnya, evaluasi tersebut lebih banyak pada kontrak-kontrak untuk pengerjaan jalan.
"Kita sudah antisipasi biar masalah ini tidak berulang seperti tahun sebelumnya dengan segera mengevaluasi termasuk meninjau ulang proyek-proyek yang sudah terkontrak," jelasnya.

Sebagai informasi, dalam proyek kontruksi nasional, pengerjaan jalan masih memiliki kandungan impor yang besar dari sisi penyediaan minyak aspal.

Tahun lalu, kondisi yang sama juga menjadi kekhawatiran kalangan usaha sektor konstruksi. Namun, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan evaluasi setiap tahun terhadap proyek-proyek terkontrak, terutama untuk proyek multiyears.

"Ini untuk mengantisipasi peninjauan harga kondisi harga di luar batas kewajaran (Kahar), karena kejadian-kejadian tertentu. Makanya, kami sudah mengantisipasi ini sejak tahun sebelumnya," tandas Djoko.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved