Kabinet Kerja Dinilai Terjebak Industrialisasi Pertanian

Selasa, 30 Desember 2014 - 12:03 WIB
Kabinet Kerja Dinilai...
Kabinet Kerja Dinilai Terjebak Industrialisasi Pertanian
A A A
JAKARTA - Peneliti dari Mantasa Hayu Dyah menilai Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) cenderung terjebak pada prinsip industrialisasi pertanian dengan mengabaikan pentingnya pertanian organik.

“Semuanya hanya paradigma lama, menggenjot produksi demi memenuhi kebutuhan pangan. Tapi bagaimana caranya tidak dijelaskan dengan jelas, khawatir jatuhnya ya ke subsisdi pupuk kimia, pestisida, benih hibrida dan semacamnya," tuturnya seperti dalam rilis, Selasa (30/12/2014).

Menurutnya, Jokowi harus mengkaji kembali arti dari kedaulatan pangan. Dia menegaskan, swasembada pangan berarti rakyat mendapatkan makanan mereka dengan bermartabat.

"Jadi adalah kewajiban pemerintah juga untuk mengusahakan rakyatnya mendapatkan pangan dengan bermartabat,” tegasnya.

Sementara Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kebumen, Jawa Tengah, Sutarto mengaku kecewa pada Pemerintahan Jokowi, yang ingin berbeda dari pemerintahan sebelumnya, dengan mengubah semua kebijakan era sebelumnya tanpa kajian mendalam.

“Mestinya dicoba dulu kebijakan lampau yang memang masih baik dan bisa dilanjutkan. Kalau mau diubah kan bisa pada masa perubahan APBN. Soal penghapusan raskin, saya melihatnya begitu. Pemerintah tidak mengkaji bahwa kalau urusan beras direcokin, negara bisa ribut. Urusan pangan ini persoalan rawan loh,” paparnya.

Dia menambahkan, konversi raskin ke e-money juga bisa melahirkan kekisruhan baru. Menurutnya, dalam mekanisme pembagian raskin selama ini, ada semacam kesepakatan umum di sebagian masyarakat penerimanya untuk saling berbagi dengan warga lain yang tidak terdata dan tidak memperoleh jatah raskin.

“Kalau e-money, belum tentu masyarakat penerimanya mau berbagi dengan warga lain yang senasib. Selama ini raskin, meski penerimanya sudah ditentukan tapi masyarakat penerimanya mau berbagi dengan sadar,” tukasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved