BBM Turun, Pengusaha Jabar Ajukan Penangguhan UMK

Senin, 05 Januari 2015 - 16:57 WIB
BBM Turun, Pengusaha...
BBM Turun, Pengusaha Jabar Ajukan Penangguhan UMK
A A A
BANDUNG - Sejumlah pengusaha di Jawa Barat (Jabar) meminta penangguhan pemberlakuan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) baru, yang mulai berlaku 1 Januari 2015.

Pasalnya, kebanyakan pengusaha mengaku keberatan dengan angka besaran UMK hasil revisi yang sudah memasukkan item kenaikan harga BBM bersubsidi.

‪Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja menjelaskan, penangguhan ini diajukan setelah adanya keputusan pemerintah menurunkan kembali harga BBM bersubsidi.

"Sedikitnya 190 perusahaan mengajukan penangguhan UMK, karena BBM bersubsidi harganya turun lagi. Tentu saja pengusaha menginginkan penangguhan ini," ujarnya di Bandung, Senin (5/1/2015).‬

‪Dia mengatakan, perusahaan yang mengajukan penangguhan tersebut berada di sejumlah wilayah, seperti Bekasi, Karawang, Depok, Bogor dan Bandung Raya. Sedangkan perusahaan di wilayah Priangan Timur tidak mengajukan penangguhan.‬

‪"Jumlah perusahaan yang mengajukan penangguhan akan terus bertambah, terlebih UMK Jabar sempat mengalami revisi," imbuh Dedy.

‪Awalnya, UMK Jabar 2015 telah ditetapkan pada 21 November 2014. Saat itu, rata-rata UMK di Jabar naik 16,18%, dari Rp1.621.961 menjadi Rp1.887.619, atau naik Rp265.657.‬

Namun, UMK tersebut mengalami revisi, akibat terjadi kenaikan BBM bersubsidi pada 18 November 2014. Interval persentase revisi atau kenaikan UMK 2015, yakni 1%-4,64%.

‪Saat mengajukan penangguhan ini, lanjut dia, pengusaha mengalami kesulitan karena waktu yang tersisa sangat singkat.

Seperti diketahui, UMK revisi ditetapkan pada 24 Desember 2014 sedangkan pemberlakuannya 1 Januari 2015. Padahal menurut peraturan, waktu untuk sosialisasi mencapai satu bulan setelah penetapan.‬

‪"Mestinya pemerintah mempertimbangkan turunnya harga BBM bersubsidi ini. Para pengusaha bimbang akan terjadi revisi kembali atau tidak," tuturnya.

‪Seperti diketahui, pada 18 November 2014 BBM bersubsidi mengalami kenaikan harga dari Rp6.500/liter menjadi Rp8.500/liter untuk premium, dan solar dari Rp5.500/liter menjadi Rp7.500/liter.

Namun, harga BBM bersubsidi per 1 Januari 2015 kembali turun dari Rp8.500/liter menjadi Rp7.600/liter untuk premium, dan solar dari Rp7.500/liter menjadi Rp7.250/liter.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
21 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
27 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
44 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
50 menit yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved