Kinerja Industri Keuangan Non Bank Positif

Rabu, 07 Januari 2015 - 19:04 WIB
Kinerja Industri Keuangan...
Kinerja Industri Keuangan Non Bank Positif
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, perkembangan industri keuangan non bank (IKNB) selama 2014 positif di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Total aset IKNB hingga November 2014 naik 12,84% dibandingkan posisi per Desember 2013 menjadi Rp1.514,6 triliun.

Menurutnya, penguasaan aset terbesar IKNB terdapat pada industri perasuransian sebesar Rp772,7 triliun yang diikuti perusahaan pembiayaan sebesar Rp435,9 triliun.

"Lalu, dana pensiun sebesar Rp186,1 triliun, lembaga jasa keuangan khusus sebesar Rp114,9 triliun dan industri jasa penunjang sebesar Rp4,9 triliun," kata‎ Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani, Rabu (7/1/2015).

Sampai November 2014, pertumbuhan premi industri asuransi sebesar 40,9% atau Rp237,7 triliun, naik dibanding pertumbuhan 2013 sebesar 9%.

Sementara, pertumbuhan premi tertinggi pada asuransi sosial sebesar 566,4% sebesar Rp63,2 triliun.

Premi asuransi jiwa sebesar Rp115,6 triliun, asuransi umum Rp43,8 triliun, dan reasuransi Rp5,4 triliun.

Untuk klaim asuransi juga mengalami kenaikan 40% sebesar Rp145,9 triliun. Angka densitas (premi bruto/jumlah penduduk) dan angka penetrasi (premi bruto/GDP) juga menunjukkan nilai positif.

Dia mengungkapkan, densitas asuransi jiwa sampai November 2014 sebesar Rp458.980 naik dibanding November 2013 Rp426.530.

"Angka penetrasi asuransi jiwa sebesar 1,26% naik dibanding 2013 sebesar 1,17%," kata Firdaus.

Densitas asuransi umum sampai November 2014 sebesar Rp174.090 turun dibanding November 2013 sebesar Rp175.000.

Angka penetrasi asuransi umum sebesar 0,48% atau stagnan dibanding 2013. Densitas asuransi komersial sampai November 2014 sebesar Rp633.070 naik dibanding November 2013 Rp601.530.

"Sementara angka penetrasi asuransi komersial sebesar 1,74% naik dibanding 2013 sebesar 1,65%," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
3 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
17 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
54 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved