Wall Street Rebound Didukung Data Tenaga Kerja

Kamis, 08 Januari 2015 - 08:56 WIB
Wall Street Rebound...
Wall Street Rebound Didukung Data Tenaga Kerja
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat balik arah menguat (rebound) dari koreksi lima hari berturut-turut.

Positifnya bursa Amerika Serikat (AS) tersebut didukung kuatnya data tenaga kerja sektor swasta dan risalah dari pertemuan Federal Reserve (The Fed) terbaru yang meyakinkan investor bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.

Saham mulai hari ini berada di wilayah positif setelah data menunjukkan jumlah tenaga kerja swasta di AS meningkat pada bulan lalu dari estimasi.

Sementara menurut risalah Te Fed pada Desember lalu, bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada awal tahun ini, namun para pejabat Fed bersabar memutuskan waktu untuk memulai proses tersebut.

"AS terus menjadi wilayah terkuat di dunia saat ini, dan saya pikir pasar saham dihibur bahwa suku bunga tidak akan naik dalam waktu dekat," kata Manajer Portofolio di USAA Investment Management Co Bob Landry seperti dilansir dari Reuters, Kamis (8/1/2015).

Indeks S&P 500 naik 1,2%, kenaikan harian terbesar sejak 18 Desember 2014 setelah mengalami kerugian sebesar 4,2% selama lima sesi sebelumnya karena adanya kekhawatiran jatuhnya harga minyak dan melemahnya ekonomi global.

Sementara harga minyak juga berhasil rebound dari koreksi empat hari beruntun. Saham Exxon Mobil Corp naik 1% menjadi USD90,72.

Dow Jones Industrial rata-rata naik 212,88 poin atau 1,23% ke 17.584,52; indeks S&P 500 naik 23,29 poin atau 1,16% ke 2.025,9; dan Nasdaq Composite bertambah 57,73 poin atau 1,26% ke 4.650,47.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
38 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved