BI: Perorangan Akan Dikenakan Pelaporan ULN

Kamis, 08 Januari 2015 - 16:51 WIB
BI: Perorangan Akan...
BI: Perorangan Akan Dikenakan Pelaporan ULN
A A A
JAKARTA - Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Hendy Sulistyowati mengatakan, penyempurnaan PBI No 14/21/PBI/2014 terkait pelaporan Utang Luar Negeri (ULN) juga akan dikenakan ke perorangan.

"Selama ini, management pengelolaan utang penduduk kurang baik, sebab itu harus diarahkan‎ dengan menerbitkan kebijakan menejemen kehati-hatian swasta nonbank‎‎ termasuk resident," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Menurutnya, saat ini utang swasta meningkat drastis. Berdasarkan data Oktober 2014, ULN swasta sudah mencapai USD16,3 miliar. Dari jumlah tersebut, ada 2.600 laporan pengutang, meski 200 di antaranya memenuhi 70% jumlah utang swa‎sta tersebut.

Hendy mengatakan, penyempurnaan ini harus dilakukan sebab utang yang diketahui BI tidak sampai 30%.

Sebab itu, kewajiban pelaporan perseorangan diperlukan agar ‎pengutang penduduk bisa melakukan manejemen risiko yang lebih dini.

Selama ini kegagalan perorangan dalam pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo di tanggung BI, sementara‎ non resident umumnya memiliki cadangan pembayaran di luar negeri, sehingga tidak terlalu membebani BI.

(Baca: BI Revisi Aturan Pelaporan ULN)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved