Wall Street Ditutup Mengakhir Reli Dua Hari
Sabtu, 10 Januari 2015 - 11:06 WIB
Wall Street Ditutup Mengakhir Reli Dua Hari
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat mengakhiri reli dua hari karena dipicu laporan tenaga kerja bulan Desember yang memberi pandangan variatif terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS).
Jumlah tenaga kerja AS naik pada Desember, melampaui ekspektasi Wall Street. Di sisi lain, gaji tiba-tiba mengalami penurunan.
"Ada keuntungan dari jumlah pekerjaan yang sangat kuat tetapi di sisi lain tidak diikuti dengan pertumbuhan upah. Saya pikir pasar melihat itu dan bingung," kata Kepala Investasi di LPL Financial Burt White seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (10/1/2015).
Menurut dia, itu merupakan skenario terbaik, yang menunjukkan ekonomi AS terus tumbuh dan memperbaiki pasar tenaga kerja. Namun pada saat yang sama, pertumbuhan upah melambat, sehingga diperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.
Sektor keuangan menjadi yang terburuk di indeks S&P, dengan penurunan sebesar 1,3%. Adapun saham yang mengalami koreksi terbesar di indeks S&P adalah JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan Wells Fargo (WFC.N). JPMorgan turun 1,7% menjadi USD59,34 dan Wells Fargo turun 1,6% menjadi USD52,68.
Sementara ketiga indeks utama membukukan sedikit koreksi selama sepekan dan kembali masuk ke wilayah negatif di tahun ini.
Dow Jones Industrial Average turun 170,5 poin atau 0,95% ke 17.737,37; indeks S&P 500 susut 17,33 poin atau 0,84% ke 2.044,81; dan Nasdaq Composite turun 32,12 poin atau 0,68% ke 4.704,07.
Sekitar 6,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume tersebut di bawah rata-rata selama lima sesi terakhir sebanyak 7,1 miliar lembar saham.
Jumlah tenaga kerja AS naik pada Desember, melampaui ekspektasi Wall Street. Di sisi lain, gaji tiba-tiba mengalami penurunan.
"Ada keuntungan dari jumlah pekerjaan yang sangat kuat tetapi di sisi lain tidak diikuti dengan pertumbuhan upah. Saya pikir pasar melihat itu dan bingung," kata Kepala Investasi di LPL Financial Burt White seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (10/1/2015).
Menurut dia, itu merupakan skenario terbaik, yang menunjukkan ekonomi AS terus tumbuh dan memperbaiki pasar tenaga kerja. Namun pada saat yang sama, pertumbuhan upah melambat, sehingga diperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.
Sektor keuangan menjadi yang terburuk di indeks S&P, dengan penurunan sebesar 1,3%. Adapun saham yang mengalami koreksi terbesar di indeks S&P adalah JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan Wells Fargo (WFC.N). JPMorgan turun 1,7% menjadi USD59,34 dan Wells Fargo turun 1,6% menjadi USD52,68.
Sementara ketiga indeks utama membukukan sedikit koreksi selama sepekan dan kembali masuk ke wilayah negatif di tahun ini.
Dow Jones Industrial Average turun 170,5 poin atau 0,95% ke 17.737,37; indeks S&P 500 susut 17,33 poin atau 0,84% ke 2.044,81; dan Nasdaq Composite turun 32,12 poin atau 0,68% ke 4.704,07.
Sekitar 6,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume tersebut di bawah rata-rata selama lima sesi terakhir sebanyak 7,1 miliar lembar saham.
(rna)
Lihat Juga :