Harga Premium Fluktuaktif, Inflasi Ikut Naik Turun
Sabtu, 10 Januari 2015 - 19:26 WIB
Harga Premium Fluktuaktif, Inflasi Ikut Naik Turun
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Energi Kurtubi mengatakan bahwa akan ada dampak inflasi akan bergerak naik turun jika pemerintah menerapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tiap dua pekan.
Kendati demikian, penerapan tersebut disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia karena pemerintah tiap dua pekan akan mengubah harga BBM menyesuaikan harga minyak dunia.
"Kalau harga minyak dunianya turun maka harga di dalam negerinya turun dan pasti akan ada dampak terhadap inflasi, khususnya harga barang dan jasa pada saat harga minyak naik dan turun," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (10/1/2015)
Menurut dia, yang paling terasa adalah ketika harga minyak melonjak karena akan mengerek harga BBM di dalam negeri.
"Akan ada resiko juga. Jadi wajar kalau nanti inflasi kita tiba-tiba tinggi, terus rendah, terus tinggi lagi. Ya karena minyak dunia memang sedang tidak stabil," ujarnya.
Pemerintah, dia mengatakan, memang seolah tidak mau dipusingkan dengan harga minyak dunia yang masih fluktuatif hingga saat ini. Karena itu, memilih untuk menyesuaikan dengan harga minyak dunia tiap dua pekan.
"Mereka tidak mau bingung kalau nanti tiba-tiba minyak dunia naik, harga BBM kita murah. Makannya mereka sounding ke masyarakat bahwa dua minggu sekali akan ada penyesuaian harga. Mereka memantau itu," tandasnya.
Kendati demikian, penerapan tersebut disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia karena pemerintah tiap dua pekan akan mengubah harga BBM menyesuaikan harga minyak dunia.
"Kalau harga minyak dunianya turun maka harga di dalam negerinya turun dan pasti akan ada dampak terhadap inflasi, khususnya harga barang dan jasa pada saat harga minyak naik dan turun," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (10/1/2015)
Menurut dia, yang paling terasa adalah ketika harga minyak melonjak karena akan mengerek harga BBM di dalam negeri.
"Akan ada resiko juga. Jadi wajar kalau nanti inflasi kita tiba-tiba tinggi, terus rendah, terus tinggi lagi. Ya karena minyak dunia memang sedang tidak stabil," ujarnya.
Pemerintah, dia mengatakan, memang seolah tidak mau dipusingkan dengan harga minyak dunia yang masih fluktuatif hingga saat ini. Karena itu, memilih untuk menyesuaikan dengan harga minyak dunia tiap dua pekan.
"Mereka tidak mau bingung kalau nanti tiba-tiba minyak dunia naik, harga BBM kita murah. Makannya mereka sounding ke masyarakat bahwa dua minggu sekali akan ada penyesuaian harga. Mereka memantau itu," tandasnya.
(rna)