Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Harga Minyak
Selasa, 13 Januari 2015 - 08:56 WIB
Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Harga Minyak
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir melanjutkan pelemahan, dipimpin penurunan tajam saham energi karena anjloknya harga minyak menjelang musim laporan keuangan emiten.
Harga minyak memperpanjang penurunan setelah Goldman Sachs memangkas perkiraan harga dalam jangka pendek dan produsen minyak menunjukkan tanda-tanda untuk membatasi produksi.
Indeks S&P sektor energi (SPNY) turun 2,8%. Minyak Brent anjlok 5,3% menjadi USD47,43 dan minyak Amerika Serikat (AS) turun 4,7% menjadi USD46,07.
"Harga minyak mentah menuju penurunan lagi dan kembali ke wilayah negatif. Ada banyak kebingungan dan kekhawatiran terhadap dampak harga minyak," kata Kepala Investasi Solaris Group Tim Ghriskey seperti dilansir dri Reuters, Selasa (13/1/2015).
Menurut dia, yang menjadi perhatian investor saat ini adalah harga minyak dan ekonomi global.
Sementara data Thomson Reuters menujukkan, keuntungan perusahaan energi di indeks S&P 500 turun tajam dalam beberapa bulan terakhir, dengan laba kuartal keempat diperkirakan anjlok 21,1% dari tahun lalu. Sedangkan laba untuk semua perusahaan di indeks S&P 500 diperkirakan meningkat hanya 3,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 96,53 poin atau 0,54% ke 17.640,84; indeks S&P 500 melemah 16,55 poin atau 0,81% ke 2.028,26; dan Nasdaq Composite turun 39,36 poin atau 0,84% ke 4.664,71.
Sekitar 6,4 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume itu di bawah rata-rata lima sesi perdagangan terakhir sebanyak 7,3 miliar lembar saham.
Harga minyak memperpanjang penurunan setelah Goldman Sachs memangkas perkiraan harga dalam jangka pendek dan produsen minyak menunjukkan tanda-tanda untuk membatasi produksi.
Indeks S&P sektor energi (SPNY) turun 2,8%. Minyak Brent anjlok 5,3% menjadi USD47,43 dan minyak Amerika Serikat (AS) turun 4,7% menjadi USD46,07.
"Harga minyak mentah menuju penurunan lagi dan kembali ke wilayah negatif. Ada banyak kebingungan dan kekhawatiran terhadap dampak harga minyak," kata Kepala Investasi Solaris Group Tim Ghriskey seperti dilansir dri Reuters, Selasa (13/1/2015).
Menurut dia, yang menjadi perhatian investor saat ini adalah harga minyak dan ekonomi global.
Sementara data Thomson Reuters menujukkan, keuntungan perusahaan energi di indeks S&P 500 turun tajam dalam beberapa bulan terakhir, dengan laba kuartal keempat diperkirakan anjlok 21,1% dari tahun lalu. Sedangkan laba untuk semua perusahaan di indeks S&P 500 diperkirakan meningkat hanya 3,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 96,53 poin atau 0,54% ke 17.640,84; indeks S&P 500 melemah 16,55 poin atau 0,81% ke 2.028,26; dan Nasdaq Composite turun 39,36 poin atau 0,84% ke 4.664,71.
Sekitar 6,4 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume itu di bawah rata-rata lima sesi perdagangan terakhir sebanyak 7,3 miliar lembar saham.
(rna)
Lihat Juga :