Melimpah, Rumput Laut Indonesia Kurang Terserap

Jum'at, 16 Januari 2015 - 11:19 WIB
Melimpah, Rumput Laut...
Melimpah, Rumput Laut Indonesia Kurang Terserap
A A A
JAKARTA - Kalangan pengusaha rumput laut menyatakan, bahan baku rumput laut untuk industri persediaannya masih tinggi.

Padahal sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, bahwa industri hilir kelautan kekurangan bahan baku akibat masih maraknya penjualan bahan mentah keluar negeri baik legal maupun ilegal.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis mengatakan, penyerapan rumput laut Indonesia oleh industri nasional masih relatif rendah.

Hal ini dikarenakan daya beli industri Indonesia untuk bahan baku rumput laut masih rendah, jika dibandingkan dengan pembeli dari industri luar negeri seperti China, Filipina dan Chile.

"Angka ekspornya pasti lebih tinggi karena penyerapan dari industri pengolahan kita masih kecil. Para pelaku lebih suka mengekspor rumput laut kering karena di luar harganya tinggi," kata dia dalam rilisnya, Jumat (16/1/2015).

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan bahwa 2013 produksi nasional rumput laut mencapai 930.000 ton kering. Jumlah yang diekspor mencapai 176.000 ton kering dengan nilai USD162,4 juta.

Sementara, jumlah yang diolah lebih kecil yakni hanya mencapai 120.000 ton kering. Berdasarkan data tersebut, setelah diekspor ketersediaan rumput laut mencapai 640.000 ton kering.

Safari mengatakan, pemerintah seharusnya dapat lebih bijaksana dalam memandang permasalahan di lapangan dan mendorong daya saing industri nasional dalam rangka hilirisasi.

"Kita harapkan industri rumput laut jalan, ekspornya tetap jalan karena peluangnya tinggi untuk meningkatkan perolehan devisa dan membantu kelancaran pasar rumput laut yang dihasilkan pembudidaya rumput laut di daerah pesisir dan pulau-pulau," terangnya.

Menurutnya, daya beli industri nasional seharusnya dapat ditingkatkan dan mengikuti harga internasional. Jadi, yang terjadi di lapangan itu bukan bahan baku rumput laut yang kekurangan, melainkan penyerapan oleh industrinya yang kecil.

Menanggapi ekspor ilegal rumput laut, dia menilai bahwa kemungkinan adanya ekspor ilelgal sangat kecil. Untuk melakukan ekspor anggota ARLI harus memliki sederetan berbagai dokumen legal dan pergerakannya diawasi badan yang berwenang.

Pihaknya tidak yakin terjadi ekspor ilegal, karena petugas Bea Cukai tidak akan ada yang membiarkan adanya penyelundup.

"Jangan karena industri dalam negeri dikatakan kekurangan bahan baku lalu dianggap diselundupkan, padahal seharusnya ketersediaan bahan baku itu bisa diserap industri nasional," pungkas Safari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
13 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved