Walhi: Pelabuhan Cilamaya Harus Dibatalkan

Jum'at, 16 Januari 2015 - 11:55 WIB
Walhi: Pelabuhan Cilamaya...
Walhi: Pelabuhan Cilamaya Harus Dibatalkan
A A A
JAKARTA - Manajer Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Ode Rakhman mengatakan, pemerintah tidak bisa memaksakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat (Jabar).

Menurutnya, jika Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bersikukuh dan mengatasnamakan Presiden Jokowi demi merealisasikan pelabuhan tersebut, maka segala perizinan terkait pembangunan tersebut, tetap cacat hukum.

Dia mengatakan, dengan terbenturnya rencana pembangunan pada persoalan amdal, seharusnya pemerintah langsung menghentikan. Bukan malah terkesan memaksakan seperti saat ini.

"Karena jika dipaksakan, pembangunan pelabuhan harus batal demi hukum karena semua perizinannya cacat hukum," ujar dia dalam rilisnya, Jumat (16/1/2015).

Ode mengatakan, Amdal merupakan syarat mutlak dalam menerbitkan izin lokasi dan izin lingkungan. Dalam posisi saat ini, ketika Amdal bermasalah, tak seorang pun berhak mengklaim bisa melanjutkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

"Jangankan Menteri Perhubungan, Presiden Jokowi pun tidak bisa, karena harus tunduk pada UU," katanya.

Dia mengatakan, bermasalahnya Amdal merupakan bukti bahwa rencana pembangunan itu bermasalah sejak awal. Misalnya, tidak melibatkan partisipasi warga atau nelayan.

Padahal, konsekuensi pembangunan pelabuhan itu cukup sinifikan, karena bisa mempersempit wilayah tangkap para nelayan.

Salah satu dampak terburuk yang cukup mencemaskan, adalah potensi munculnya gejolak sosial. Termasuk di antaranya, konflik horizontal antar warga, misalnya para nelayan.

Potensi konflik ini tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab sangat memungkinkan bisa meluas. Tidak saja dilihat dari kesamaan sosial, namun juga wilayah.

"Pemerintah tidak main-main dengan potensi konflik tersebut. Apalagi, pihak-pihak yang berkepentingan dengan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, sudah pasti akan berusaha memengaruhi warga agar menyetujui rencana tersebut," tandas Ode.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved