Pemerintah Kecewa, Izin Ekspor Freeport Terancam Dicabut

Selasa, 20 Januari 2015 - 15:19 WIB
Pemerintah Kecewa, Izin...
Pemerintah Kecewa, Izin Ekspor Freeport Terancam Dicabut
A A A
JAKARTA - Pemerintah kecewa kepada PT Freeport Indonesia karena tidak patuh membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan tembaga (smelter) di Gresik, Jawa Timur.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan kekesalannya karena hingga kini pembangunan smelter tak juga menunjukan progress menggembirakan. Bahkan, manajemen Freeport terkesan tak peduli karena menjelang akhir penyelesaian amandemen kontrak tidak melaporkan perkembangan smelter dengan baik.

"Saya tidak gembira, saya kecewa. Saya mendapatkan laporan progress smelter masih jauh, bahkan tanah untuk membangun juga belum ada. Freeport tidak menunjukan kesungguhan," ungkap dia saat jumpa pers di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Sebagaimana diketahui, amandemen kontrak penyelesaian nota kesepahaman antara perusahaan tambang asal Amerika Serikat dan pemerintah disusun sejak 24 Juli 2014. Adapun batas akhir penyelesaian nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dijadwalkan tuntas enam bulan setelah 24 Januari 2015.

Di dalam kesepakatan penyelesaian penyusunan amandemen kontrak, Freeport harus menunjukan hasil perkembangannya. Namun demikian, faktanya Freeport tidak menunjukan hasil seperti yang diinginkan pemerintah.

"Saya tegaskan tidak ada tawar menawar terkait smelter karena merupakan persyaratan perpanjangan kontrak. Kalau tidak ada solusi 25 Januari, izin ekspor akan kami stop," tandasnya.

Sudirman meminta kepada manajemen Freeport untuk mencari jalan keluar agar pemerintah tidak melakukan rekomendasi larangan ekspor. Dia meminta kepada Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM untuk membantu mencarikan solusi apa yang bisa dilakukan Freeport dalam waktu dekat.

"Terserah apapun jalannya. Saya minta Freeport ambil jalan lain, tapi bukan dengan menawar schedule pembangunan smelter," tandasnya.

Sudirman menyatakan, pembangunan smelter merupakan komitmen pemerintah membangun hilirisasi di sektor minerba. Menurutnya dampak hilirisasi sangat luas, di antarnya peningkatan nilai tambah.

Kekecewaan pemerintah tidak hanya sampai di situ karena Freeport dalam kurun waktu 2012-2015 tidak mau bayar deviden kepada pemerintah. Freeport berdalih sebagai pemegang mayoritas tidak wajib membayar deviden sesuai keputusan induk usahanya Freeport McMoRan Copper & Gold Inc di AS.

"Kacau Freeport sejak 2012-2014 tidak bayar deviden. Kalau keputusan pemegang saham mayoritas menyatakan begitu, kita tidak bisa apa-apa. Dengan begitu maka harus diperbaiki," ungkap Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Sukhyar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
14 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
8 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
8 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
9 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
12 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved