Kemenhub Targetkan Pangsa Pasar Transportasi Naik
Rabu, 21 Januari 2015 - 17:18 WIB
Kemenhub Targetkan Pangsa Pasar Transportasi Naik
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan pangsa pasar transportasi dan pelayanan moda transportasi.
Dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur ke depan, jumlah pangsa pasar beberapa transportasi mengalami kenaikan.
"Pangsa pasar kereta api harus naik 5% atau 1.200 penumpang hingga 2019. Sebab yang menggunakan kereta api sekarang ini baru 2% atau 600 penumpang," kata Meteri Perhubungan Ignasius Jonan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/1/2015).
Untuk transportasi perkotaan, pembagian moda akan ditingkatkan menjadi 32% dari sekarang yang hanya 23%. Lalu transportasi laut, untuk jumlah armadanya akan ditambah 20% dari posisi sekarang 10%.
"Untuk transportasi kapal Ferry diharapkan terkoneksinya pulau-pulau di perairan nusantara menjadi 95% dari posisi sekarang yang hanya 65%. Untuk biaya logistik akan ditargetkan menurun menjadi 21,9% terhadap PDB dari posisi sekarang 23%," jelas dia.
Sementara, soal logistik sangat diperlukan perbaikan supaya harga barang di Indonesia timur tidak mahal dan kapal perintis terjadwal dengan baik.
"Maka ini juga menjadi penting untuk pembangunan tol laut. Maka kami tugaskan Pelni sewa kapal supaya APBN tidak investasi karena kapalnya baru akan jadi 3-4 tahun kemudian," pungkas dia.
Dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur ke depan, jumlah pangsa pasar beberapa transportasi mengalami kenaikan.
"Pangsa pasar kereta api harus naik 5% atau 1.200 penumpang hingga 2019. Sebab yang menggunakan kereta api sekarang ini baru 2% atau 600 penumpang," kata Meteri Perhubungan Ignasius Jonan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/1/2015).
Untuk transportasi perkotaan, pembagian moda akan ditingkatkan menjadi 32% dari sekarang yang hanya 23%. Lalu transportasi laut, untuk jumlah armadanya akan ditambah 20% dari posisi sekarang 10%.
"Untuk transportasi kapal Ferry diharapkan terkoneksinya pulau-pulau di perairan nusantara menjadi 95% dari posisi sekarang yang hanya 65%. Untuk biaya logistik akan ditargetkan menurun menjadi 21,9% terhadap PDB dari posisi sekarang 23%," jelas dia.
Sementara, soal logistik sangat diperlukan perbaikan supaya harga barang di Indonesia timur tidak mahal dan kapal perintis terjadwal dengan baik.
"Maka ini juga menjadi penting untuk pembangunan tol laut. Maka kami tugaskan Pelni sewa kapal supaya APBN tidak investasi karena kapalnya baru akan jadi 3-4 tahun kemudian," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :