OJK Perkirakan Aset Perbankan Syariah Tumbuh 17,96%
Kamis, 22 Januari 2015 - 13:29 WIB
OJK Perkirakan Aset Perbankan Syariah Tumbuh 17,96%
A
A
A
JAKARTA - Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keunangan (OJK) Mulya E Siregar memperkirakan pertumbuhan aset perbankan syariah tahun ini mencapai 17,96%.
"Pada tahun ini kita berharap industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik. Proyeksi pertumbuhan atas dasar Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan perbankan syarih. Tahun ini insya Allah aset industri perbankan syariah kita tumbuh sekitar 17,96%," katanya di The Kasablanka Restaurant, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Menurunya, volume kinerja perbankan syariah selama setahun terakhir membaik. Di mana pada 2014, volume industri perbankan syariah tumbuh sekitar 12,4%.
Lebih lanjut, dikatakan Mulya, pertumbuhan selama 2014 tersebut berlangsung lambat diba‎nding tahun sebelumnya yang mencapai 24,2%.
Kondisi ini selain dipengaruhi keadaan makroekonomi yang banyak menghadapi tantangan selama 2014, juga akibat langkah konsolidasi yang dilakukan perbankan secara internal.
Secara umum, perbankan syarah nasional memiliki ketahanan modal yang lebih baik. Hal ini tercermin dari rasio CAR (rasio kecukupan modal) meningkat menjadi 15,18% dari tahun sebelumnya sebersar 14,4%.
"Ini diharapkan akan menjadi modal penting untuk pertumbuhan ke depan," tandas Mulya.
"Pada tahun ini kita berharap industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik. Proyeksi pertumbuhan atas dasar Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan perbankan syarih. Tahun ini insya Allah aset industri perbankan syariah kita tumbuh sekitar 17,96%," katanya di The Kasablanka Restaurant, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Menurunya, volume kinerja perbankan syariah selama setahun terakhir membaik. Di mana pada 2014, volume industri perbankan syariah tumbuh sekitar 12,4%.
Lebih lanjut, dikatakan Mulya, pertumbuhan selama 2014 tersebut berlangsung lambat diba‎nding tahun sebelumnya yang mencapai 24,2%.
Kondisi ini selain dipengaruhi keadaan makroekonomi yang banyak menghadapi tantangan selama 2014, juga akibat langkah konsolidasi yang dilakukan perbankan secara internal.
Secara umum, perbankan syarah nasional memiliki ketahanan modal yang lebih baik. Hal ini tercermin dari rasio CAR (rasio kecukupan modal) meningkat menjadi 15,18% dari tahun sebelumnya sebersar 14,4%.
"Ini diharapkan akan menjadi modal penting untuk pertumbuhan ke depan," tandas Mulya.
(izz)
Lihat Juga :