Rupiah Diperkirakan Menguat Dipicu Sentimen Global

Minggu, 25 Januari 2015 - 20:10 WIB
Rupiah Diperkirakan...
Rupiah Diperkirakan Menguat Dipicu Sentimen Global
A A A
JAKARTA - Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe ‎memperkirakan‎, rupiah memiliki potensi untuk menguat pada pekan depan karena dipicu sentimen global dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).

‎Menurutnya, rupiah pada awal pekan depan akan berada pada kisaran Rp12.600-Rp12.200 per dolar AS (USD). Penguatan ini disebabkan ‎rencana Uni Eropa (UE) untuk mencetak uang lebih banyak lantaran tekanan inflasi yang tinggi dan rendahnya tingkat suku bunga.

"Mereka sedang mengalami inflasi dan suku bunga rendah. jadi diharapkan sebagian akan lari ke Indonesia," ungkap Adi saat dihubungi Sindonews, Minggu (25/1/2015).

Sentimen lain yang akan mempengaruhi adalah adanya isu kenaikan tingkat suku bunga AS (Fed fund rate), di mana Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pertemuan pada pekan depan.

"Jadi ada sinyal-sinyal akan diumumkan pada minggu depan," paparnya.

Sementara itu, rupiah pada Jumat lalu menguat meski dengan kenaikan tipis. Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, kekuatan kenaikan tipis rupiah bukan karena faktor fundamental.

"Menguatnya yang jelas bukan karena faktor fundamental. Kemungkinan, penguatan itu terjadi karena orang melepas USD secara individu," ujar Enny kepada Sindonews.

Enny menjelaskan, pada pertengahan Desember 2014 mulai banyak orang melakukan stok USD. Hal ini diperkirakan akan berlansung hingga Februari lantaran mereka panik The Fed akan menaikan suku bunga.

"Memang benar AS mau menaikkan suku bunganya, tapi tidak jadi (saat itu), namun ada beberapa orang yang terlanjur melakukan spekulasi," ujar Enny.

Selain spekulasi tersebut, menurut dia, meningkatnya kebutuhan USD lantaran banyak orang yang memanfaatkan libur akhir tahun ke luar negeri.

"Jadi yang kemarin melakukan spekulasi kalau AS mau menaikan suku bunga, itu ternyata dilepas juga USD-nya. Itu menunjukan penambahan pasokan suplai untuk valas di pasar, sehingga rupiah menguat meskipun tipis," pungkasnya.

Pada Jumat (23/1/2015), rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.444 per USD. Posisi ini menguat 7 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.451 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved