Wall Street Anjlok Ditekan Saham Sektor Teknologi

Rabu, 28 Januari 2015 - 09:03 WIB
Wall Street Anjlok Ditekan...
Wall Street Anjlok Ditekan Saham Sektor Teknologi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup anjlok lebih dari 1% karena mengecewakannya laporan kinerja kuartal terakhir sejumlah emiten.

Penurunan meluas, dengan sembilan dari 10 sektor utama di indeks S&P 500 terkoreksi, dengan sektor teknologi (SPLRCT) menjadi hambatan terbesar. Sektor ini jatuh 3,3%, penurunan terbesar satu hari sejak November 2011.

Saham dengan penurunan terbesar di sektor tersebut dipimpin oleh Microsoft. Saham Microsoft (MSFT.O) anjlok 9,3% menjadi USD42,66. Sektor lainnya yang juga melemah terdalam adalah industri, dengan saham Caterpillar (CAT.N) merosot 7,2% menjadi USD79,85.

"Banyak sektor mengalami goncangan, terutama sektor teknologi dan industri. Orang mungkin tidak menyadari sensitivitas siklus minyak terhadap industri berat, sehingga ada banyak perusahaan yang terimbas," kata Kepala Investasi di Forward Jim O'Donnell seperti dilansir dari Reuters, Rabu (28/1/2015).

Menurut data Thomson Reuters, sebanyak 24% perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja, sekitar 70,6% perusahaan di antaranya melampaui ekspektasi laba, sementara 55,5% mengalahkan pendapatan.

Namun, banyak kinerja perusahaan multinasional yang mengecewakan pada kuartal terakhir lantaran menguatnya USD. P & G adalah salah satu perusahaan yang mengalami tekanan akibat menguatnya USD, sehingga mengirimkan saham ini turun 3,4% menjadi USD86,49.

Dow Jones Industrial Average turun 291,49 poin atau 1,65% ke 17.387,21; indeks S&P 500 terkoreksi 27,54 poin atau 1,34% ke 2.029,55; dan Nasdaq Composite turun 90,27 poin atau 1,89% ke 4.681,50.

Sekitar 6,5 miliar saham diperdagangkan di semua platform AS, di bawah rata-rata bulanan sebanyak 7,2 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
28 menit yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
1 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
1 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
11 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
12 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
12 jam yang lalu
Infografis
5 Teknologi Canggih...
5 Teknologi Canggih Masjidilharam, Salah Satunya Robot Panduan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved