Beli Rumah Bekas dengan KPR

Rabu, 28 Januari 2015 - 12:27 WIB
Beli Rumah Bekas dengan...
Beli Rumah Bekas dengan KPR
A A A
Rumah bekas alias seken memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi magnet tersendiri. Jika Anda ingin membeli rumah seken, Anda bisa menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank-bank tertentu yang menyediakannya.

Ini masih kelanjutan dampak kebijakan pengetatan kredit dari Bank Indonesia (BI) yang mereduksi bisnis pengembang dan portofolio KPR bank-bank secara drastis. Agar tetap tumbuh kendati jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bank pun menyesuaikan diri. Kalau dulu tidak terlalu memperhitungkan KPR rumah seken, kini mulai lebih serius meliriknya.

“Dengan kondisi seperti sekarang, mau enggak mau kita perbanyak secondary , juga nawarin debitur top up (refinancing ),” kata Dewi Damajanti Widjaja, Vice President Head, Marketing & Product Development Permata Bank. Bank Permata mengutamakan rumah di kawasan real estate dari pengembang dengan reputasi bagus.

Rumah seken jadi tumpuan karena untuk tipe di atas 70 meter persegi, BI hanya mengizinkan bank membiayai rumah yang sudah jadi (siap serah-terima) dan sertifikatnya sudah pecah. Itu berlaku baik untuk rumah pertama yang mau dihuni sendiri maupun rumah kedua dan seterusnya.

Tipe di atas 70 adalah pasar utama bank-bank penyalur KPR selama ini. Uang mukanya dipatok minimal 30%-50% bergantung pada jenis hunian (rumah tapak atau apartemen) dan status KPR (pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya). Menurut Maya, DP yang bisa diakomodasi konsumen dan juga bisa diterima bank rata-rata 20%.

Di atas itu, berat bagi mereka memenuhinya. Bahkan, pasar rumah tipe 70 ke bawah yang umumnya dibiayai BTN, yang DPnya tidak diatur BI, dan rumah yang dibiayai boleh inden (masih berupa gambar dengan janji serah terima belakangan) pun berat pasarnya. Pasalnya, pencairan kreditnya tidak bisa lagi sekaligus seperti dulu, tapi bertahap sesuai progres pembangunan rumah.

Apalagi dengan kenaikan harga rumah yang terlanjur tinggi selama 3-4 tahun terakhir, pengembang juga sudah sulit mengandalkan pasar investor yang mampu membeli rumah secara tunai bertahap.

“Kecuali kalau developer melansir tipetipe rumah yang memang dibutuhkan end user atau konsumen rumah untuk dihuni sendiri. Investor mungkin masih tertarik karena rumah bisa dijual cepat setelah jadi. Tapi, ini justru membuat KPR rumah seken makin menarik karena umumnya end user membeli rumah dengan KPR,” ujarnya.

Miemie Murniati, Senior Vice President Mortgage & Secured Loan Head Bank UOB Indonesia mengatakan, persaingan pasar KPR rumah seken akan sengit karena pasarnya tidak meningkat signifikan, tapi yang masuk makin banyak. UOB sejak awal lebih banyak menyalurkan KPR rumah seken ketimbang rumah baru (primer). Lokasinya bisa di mana saja, tidak harus real estate .

“Sejauh ini yang kami biayai kebanyakan di luar real estate karena rumah seken di real estate sering belum bersertifikat,” ujarnya. Begitu pula CIMB Niaga, sekitar 40% pasarnya KPR rumah seken, 30% rumah primer, sisanya kredit pembangunan rumah dan lain-lain.

“Rumah baru itu pun saat sudah jadi, sering belum bersertifikat. Akibatnya kami yang dikejar-kejar konsumen supaya memecah sertifikat,” kata Tony Tardjo, Senior Vice President, Head of Consumer Lending, Consumer Banking CIMB Niaga.

Rendra Hanggara
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved