Wall Street Berbalik Menguat Didukung Harga Minyak
Jum'at, 30 Januari 2015 - 09:01 WIB
Wall Street Berbalik Menguat Didukung Harga Minyak
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir menguat didorong naiknya harga minyak serta reli saham Apple dan Boeing.
Sentimen itu membantu mengimbangi sejumlah kinerja keuangan emiten yang mengecewakan dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Adapun saham Apple Inc. (AAPL.O) ditutup naik 3,1% dan Boeing Co (BA.N) menguat 5,8%.
Indeks S&P 500 sebelumnya jatuh 0,6%, yang dipimpin oleh sektor energi seiring dengan melemahnya harga minyak. Namun akhirnya sektor energi (SPNY) berakhir naik 0,17% setelah harga minyak mentah AS berbalik menguat 8 sen menjadi USD44,53 per barel.
Managing Director Charles Schwab di Austin Randy Frederick mengatakan, kenaikan harga minyak mentah sore kemarin tipis, namun cukup untuk menghibur pasar.
"Secara teknis pasar sedikit mengalami jenuh jual (oversold), jadi kami berada di posisi yang cukup bagus untuk bangkit dan kita hanya perlu sedikit berita positif untuk mendorong reli," katanya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (30/1/2015).
Sementara Kepala Pasar Struktur di Bright Trading LLC Dennis Dick mengatakan, pasar telah berfluktuasi dalam kisaran 200 hingga 300 poin dalam beberapa waktu terakhir karena variatifnya kinerja emiten, penguatan USD dan melemahnya harga minyak serta ketidakpastian suku bunga.
"Ada banyak perdagangan teknis yang terjadi. Ketika faktor fundamental dan makro membingungkan, Anda harus bersandar pada faktor teknis," katanya.
Investor juga terus mencerna pernyataan Federal Reserve pada Rabu lalu, yang gagal menjelaskan keputusan kapan akan menaikkan suku bunga.
Senat Demokrat memberitahu, Gubernur Federal Reserve Janet Yellen sebelumnya mengatakan kepada mereka bahwa menguatnya ekonomi AS, tidak akan membuat bank sentral untuk segera menaikkan suku bunganya.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 225,48 poin atau 1,31% ke 17.416,85; indeks S&P 500 naik 19,09 poin atau 0,95% ke 2.021,25; dan Nasdaq Composite bertambah 45,41 poin atau 0,98% ke 4.683,41.
Sekitar 7,7 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume transaksi itu di atas rata-rata dalam lima sesi terakhir sebanyak 7 miliar lembar saham.
Sentimen itu membantu mengimbangi sejumlah kinerja keuangan emiten yang mengecewakan dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Adapun saham Apple Inc. (AAPL.O) ditutup naik 3,1% dan Boeing Co (BA.N) menguat 5,8%.
Indeks S&P 500 sebelumnya jatuh 0,6%, yang dipimpin oleh sektor energi seiring dengan melemahnya harga minyak. Namun akhirnya sektor energi (SPNY) berakhir naik 0,17% setelah harga minyak mentah AS berbalik menguat 8 sen menjadi USD44,53 per barel.
Managing Director Charles Schwab di Austin Randy Frederick mengatakan, kenaikan harga minyak mentah sore kemarin tipis, namun cukup untuk menghibur pasar.
"Secara teknis pasar sedikit mengalami jenuh jual (oversold), jadi kami berada di posisi yang cukup bagus untuk bangkit dan kita hanya perlu sedikit berita positif untuk mendorong reli," katanya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (30/1/2015).
Sementara Kepala Pasar Struktur di Bright Trading LLC Dennis Dick mengatakan, pasar telah berfluktuasi dalam kisaran 200 hingga 300 poin dalam beberapa waktu terakhir karena variatifnya kinerja emiten, penguatan USD dan melemahnya harga minyak serta ketidakpastian suku bunga.
"Ada banyak perdagangan teknis yang terjadi. Ketika faktor fundamental dan makro membingungkan, Anda harus bersandar pada faktor teknis," katanya.
Investor juga terus mencerna pernyataan Federal Reserve pada Rabu lalu, yang gagal menjelaskan keputusan kapan akan menaikkan suku bunga.
Senat Demokrat memberitahu, Gubernur Federal Reserve Janet Yellen sebelumnya mengatakan kepada mereka bahwa menguatnya ekonomi AS, tidak akan membuat bank sentral untuk segera menaikkan suku bunganya.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 225,48 poin atau 1,31% ke 17.416,85; indeks S&P 500 naik 19,09 poin atau 0,95% ke 2.021,25; dan Nasdaq Composite bertambah 45,41 poin atau 0,98% ke 4.683,41.
Sekitar 7,7 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Volume transaksi itu di atas rata-rata dalam lima sesi terakhir sebanyak 7 miliar lembar saham.
(rna)
Lihat Juga :