Kementerian Perindustrian Bangun Sistem IRIS

Sabtu, 31 Januari 2015 - 23:44 WIB
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Bangun Sistem IRIS
A A A
JAKARTA - Dirjen Kerjasama Industri Internasional (KII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahajana‎ mengemukakan, pihaknya telah membangun Industrial Resilience Information System (IRIS).

Menurutnya, IRIS merupakan early warning system untuk menganalisa dampak lonjakan impor ‎yang diperkirakan meningkat menjelang MEA 2015.

"Kemenperin telah membangun IRIS atau Sistem Informasi Ketahanan Industri yang digunakan untuk menganalisa dampak lonjakan impor terhadap perkembangan industri dalam negeri. IRIS pada dasarnya merupakan early warning system," ujar Agus dalam keterangan pers, Jumat (31/1/2015).

Fitur-fitur IRIS yang tengah dikembangkan, mencakup informasi makroekonomi, informasi pengembangan teknologi, SNI, paten, informasi profil industri, informasi tuduhan, penuduhan unfair trade dan trade remedies issues.

"Kemenperin akan terus mendorong dunia industri untuk memanfaatkan informasi yang tersedia di IRIS," imbuhnya.

Seperti diketahui, Indeks Revealed Comparative Advantages (RCA) memperkirakan daya saing produk Industri Indonesia pada 2015 dan 2020 berada di posisi kelima, jauh tertinggal di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.‎

Untuk itu, pemerintah di bawah Kementerian Industri giat melakukan kebijakan lintas sektoral menghadapi MEA 2015.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
10 menit yang lalu
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
8 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
9 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
9 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved