Teknologi Nano Rusia Mampu Dongkrak Produksi Minyak

Selasa, 03 Februari 2015 - 21:16 WIB
Teknologi Nano Rusia...
Teknologi Nano Rusia Mampu Dongkrak Produksi Minyak
A A A
JAKARTA - Teknologi nano dari Rusia dinilai sebagai salah satu solusi meningkatkan produktivitas sumur minyak. Bahkan, teknologi ini mampu mengaktifkan kembali sumur yang sudah tidak berproduksi.

"Sudah saatnya teknologi ini diterapkan di Indonesia, sebagai salah satu solusi dalam memecahkan masalah produksi minyak di Indonesia yang terus turun dari tahun ke tahun,” kata Rosa Richir dari Himpunan Magister Teknik Perminyakan Universitas Trisaksi di Jakarta Selasa (3/2).

Menurut Rosa, permasalahan di industri migas dalam negeri cukup kompleks dan butuh pembenahan secara komprehensif. Pembenahan mulai dari sisi peraturan dan perundangan serta perizinan. Di sisi lain, kata Rosa pembenahan juga harus dilakukan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi yang tepat guna dan efisien. “Saya kira ini salah satu solusi untuk memecahkan masalah produksi minyak di Indonesia dari sisi teknis,” ujarnya.

Teknologi ini pertama kali digunakan di Rusia dan kini sudah diterapkan di sejumlah negara, terutama di Timur Tengah. "Kalau ini digunakan di Indonesia, saya yakin produkitivitas minyak Indonesia akan naik sebesar 20 persen," jelasnya.

Di Indonesia, uji coba teknologi ini dikerjakan oleh PT Novomet Artificial Lift Indonesia di sejumlah sumur minyak tua milik Pertamina. Nantinya keberhasilan di Indonesia akan menjadi benchmark untuk proyek serupa di wilayah Asia.

Zainal Achmad, peneliti dari Poverep Energy Institute, menjelaskan dalam prinsip pengelolaan migas perlu adanya tata kelola migas nasional yang lebih baik. Saat ini, kata dia, kondisi cadangan minyak dan gas bumi nasional sudah sangat terbatas.

Di sisi lainnya, kata dia lagi, pertumbuhan peningkatan cadangan minyak dan gas bumi justu berjalan lambat. "Produksi minyak terus menurun tajam dan kenyataannya sekarang bahwa negara kita telah menjadi net oil importer. Tentunya diperlukan adanya pemikiran solutif," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Novomet Indonesia Alexander Maltsev menyatakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tentunya tak bisa lepas dari modernisasi teknologi serta perlu adanya sistem yang dikembangkan.

"Dalam hal ini, kami siap membantu Indonesia untuk stabilisasi produksi minyak melalui pemanfaatan teknologi baru," katanya.

Melalui teknologi yang telah dikembangkannya, Alexander menjelaskan, pihaknya dapat membantu reaktivasi sumur-sumur minyak yang tak lagi berproduksi, membangun sumur-sumur dalam beragam kondisi ekstrem serta menyediakan peralatan produksi minyak dengan masa pemakaian yang lebih panjang.

"Teknologi kami sudah dipakai di sekitar 15 negara. Saat ini kami masuk pada fase berikutnya untuk melakukan penetrasi di kawasan Asia Pasifik. Saya yakin dengan kerjasama dari masyarakat Indonesia dan teknologi baru, rasanya kita bisa membuat Indonesia menjadi pemimpin di kawasan ini," tanadasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Beberkan Pentingnya...
Pertamina Beberkan Pentingnya Membangun Kilang Minyak Baru di Tanah Air
Lifting Minyak Saban...
Lifting Minyak Saban Tahun Turun Dianggap Wajar, Ini 5 Penyebabnya
34 Tahun Tanpa Kilang...
34 Tahun Tanpa Kilang Minyak Baru di Indonesia, Dua Faktor Ini Penyebabnya
Kilang Dumai Setop Beroperasi...
Kilang Dumai Setop Beroperasi Pascaledakan, Begini Cara Pertamina Amankan Pasokan BBM
Penampakan Kebakaran...
Penampakan Kebakaran Hebat Kilang Minyak Cilacap
BREAKING NEWS! Tangki...
BREAKING NEWS! Tangki Kilang Minyak Cilacap Terbakar
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
12 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
2 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
3 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved