Perindo Ingin Pertumbuhan Ekonomi RI Merata

Rabu, 04 Februari 2015 - 12:15 WIB
Perindo Ingin Pertumbuhan...
Perindo Ingin Pertumbuhan Ekonomi RI Merata
A A A
JAKARTA - Ekonomi Indonesia memang terus bertumbuh, tetapi kesenjangan semakin melebar. Karena itu, Partai Perindo ingin pertumbuhan ekonomi merata.

"Perjuangan Partai Perindo sangat sederhana, bagaimana pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa merata," kata HT saat ditemui di kantor DPP Perindo, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2015).

Seperti diketahui, kesenjangan ekonomi di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), gini ratio mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka gini ratio 2013 mencapai 0,413.

Angka tersebut menunjukkan tingkat kesenjangan tertinggi dalam sejarah Indonesia. Sebelumnya, pada 2012 dan 2011 berturut-turut sebesar 0,41. Sementara, pada 2010 gini ratio sebesar 0,38.

Gini ratio, sebuah alat ukur statistik yang mengukur ketimpangan pendapatan masyarakat. Seperti diketahui, semakin besar gini ratio, semakin besar tingkat ketimpangan.

Bila melebihi 0,5, maka ketimpangan sudah sangat jauh antara yang kaya dan miskin. Lebih dari 0,6 adalah rasio berbahaya, ketimpangan sosial ekonomi tak lagi bisa ditoleransi.

Dia menuturkan, saat ini pergerakan ekonomi didominasi oleh kalangan atas. Sementara mayoritas penduduk Indonesia adalah menengah ke bawah. Artinya, saat ini Indonesia hanya memiliki sedikit penggerak ekonomi.

Lebih banyak masyarakat yang sejahtera, maka akan lebih banyak penggerak ekonomi di Indonesia. "Bila kesenjangan bisa dipersempit, maka pertumbuhan ekonomi bisa terbang. Bisa mencapai sekitar 7%-9%. Sebab, penggerak ekonomi akan semakin banyak," kata HT

Dia menjelaskan, masyarakat bawah yang dimaksud adalah para pengusaha kecil, petani, nelayan, dan buruh. Yang merupakan profesi mayoritas dari penduduk Indonesia.

"Contoh UMKM. Saat ini untuk meminjam modal saja sulit dan bunganya tinggi sekali. Harusnya mereka didukung dengan akses modal yang mudah dan bunga rendah," katanya.

Dia mengatakan, seharusnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia mendapat perlakuan khusus agar mereka bisa berkembang. Di antaranya membangun bank khusus UMKM. Agar akses modal mudah dan bunga pinjaman murah.

Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, saat ini pemerintah belum menyelesaikan masalah-masalah mendasar negeri ini. Di antaranya, memperbaiki perekonomian, menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan akses dan mutu pendidikan.

"Kepentingan rakyat harus diletakkan di atas kepentingan apapun," kata Rofiq

Berdasarkan data BPS, hingga Agustus 2014 masih terdapat 7,24 juta angkatan kerja yang tidak tertampung pasar kerja alias pengangguran.

Dan dari total 114,63 juta pekerja, mayoritas berpendidikan rendah. Hanya 9,79% atau 11,2 juta pekerja diploma ke atas. Sementara pekerja yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama, lulusan SD dan tidak tamat SD mencapai 64,83 persen atau 74,31 juta orang.

"Presiden tidak boleh disibukkan urusan-urusan partai yang menyandera dirinya. Dia harus bisa melepaskan diri," ungkapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
6 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
7 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
7 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
7 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
8 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
8 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved