Pulau Jawa Paling Butuh Uang Recehan

Kamis, 05 Februari 2015 - 05:25 WIB
Pulau Jawa Paling Butuh...
Pulau Jawa Paling Butuh Uang Recehan
A A A
JAKARTA - Direktur Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia (BI), Eko Yulianto‎ mengatakan, kebutuhan uang kartal di Indonesia masih tinggi. Menurut survei BI, masyarakat Jawa paling banyak membutuhkan uang recehan.

"Malahan di luar Pulau Jawa masyarakatnya membutuhkan uang pecahan lebih besar. Sementara di Jawa, peredaran uang kecil masih banyak," ujarnya, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Eko mengatakan, kebutuhan uang kartal di setiap daerah berbeda-beda tergantung pada karakteristik daerah. Kebanyakan di luar Jawa membutuhkan pecahan uang besar.

Untuk itu, lanjut dia, tugas bank sentral adalah memenuhi kebutuhan uang di masyarakat. Sebab itu, bila inflasi tinggi otomatis kebutuhan uang kartal juga makin tinggi. Begitu pula jika pertumbuhan ekonomi meningkat. "Selain memberikan kebutuhan kesediaan uang, bank sentral juga bertugas dalam memusnahkan uang yang dianggap rusak," pungkas Eko.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
11 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved