IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.250-5.364
Sabtu, 07 Februari 2015 - 22:05 WIB
IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.250-5.364
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diprediksi akan berada pada rentang support 5.250-5.300 dan resisten 5.352-5.364.
Kepala riset PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hanging man dekati area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba bergerak naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikan.
"Seperti biasanya, pasca menyentuh level tertinggi terbarunya, laju IHSG berpeluang akan cenderung tertekan dan melambat, di mana dimungkinkan terjadinya pola konsolidasi," kata dia, Sabtu (7/2/2015).
Kendati demikian, diharapkan hal itu tidak terjadi atau minimal pelemahan dapat tertahan, sehingga masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya. Namun, dia menyarankan, agar tetap mewaspadai potensi pembalikan arah seiring mulai adanya aksi-aksi profit taking.
Sementara sejumlah data ekonomi yang akan memengaruhi laju IHSG pekan depan, yakni dari China, balance of trade, exports, imports, PPI, inflation rate, new yuan loans. Australia, yakni Westpac consumer confidence, NAB business confidence, home loans, house price index, participation rate, unemployment rate
Sementara dari Korea Selatan adalah unemployment rate; Jepang, data bank lending, current account, consumer confidence, tertiary industry index, machinery orders. Sedangkan dari Jerman, berupa balance of trade, current account, wholesale price index, inflation rate.
Dari Prancis, data industrial production, current account; Inggris, data industrial production, manufacturing production; dan Italia adalah data industrial production.
Adapun dari zona Eropa, yakni Sentix investors sentiment, industrial production; AS, berupa Redbook, IBD/TIPP economic optimism, wholesale inventories, MBA mortgage applications, NFib business optimism, retail sales, initial jobless claims.
Sejumlah saham yang layak dicermati pada pekan depan, di antaranya ADES, PWON, SSIA, BWPT, BBTN, SGRO, BJBR, ELSA, ASRI, MNCN, APLN.
Kepala riset PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hanging man dekati area upper bollinger band (UBB). MACD mencoba bergerak naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikan.
"Seperti biasanya, pasca menyentuh level tertinggi terbarunya, laju IHSG berpeluang akan cenderung tertekan dan melambat, di mana dimungkinkan terjadinya pola konsolidasi," kata dia, Sabtu (7/2/2015).
Kendati demikian, diharapkan hal itu tidak terjadi atau minimal pelemahan dapat tertahan, sehingga masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya. Namun, dia menyarankan, agar tetap mewaspadai potensi pembalikan arah seiring mulai adanya aksi-aksi profit taking.
Sementara sejumlah data ekonomi yang akan memengaruhi laju IHSG pekan depan, yakni dari China, balance of trade, exports, imports, PPI, inflation rate, new yuan loans. Australia, yakni Westpac consumer confidence, NAB business confidence, home loans, house price index, participation rate, unemployment rate
Sementara dari Korea Selatan adalah unemployment rate; Jepang, data bank lending, current account, consumer confidence, tertiary industry index, machinery orders. Sedangkan dari Jerman, berupa balance of trade, current account, wholesale price index, inflation rate.
Dari Prancis, data industrial production, current account; Inggris, data industrial production, manufacturing production; dan Italia adalah data industrial production.
Adapun dari zona Eropa, yakni Sentix investors sentiment, industrial production; AS, berupa Redbook, IBD/TIPP economic optimism, wholesale inventories, MBA mortgage applications, NFib business optimism, retail sales, initial jobless claims.
Sejumlah saham yang layak dicermati pada pekan depan, di antaranya ADES, PWON, SSIA, BWPT, BBTN, SGRO, BJBR, ELSA, ASRI, MNCN, APLN.
(rna)
Lihat Juga :